Sallie J.Dugung, Pengayuh Becak, Miliki Simpanan 100 Juta
February 23, 2012 by rokhmondonasis
Filed under Testimoni
Disaat matahari hampir terbenam disertai gerimis yang mulai turun membasahi bumi, Kamis, 16 Februari 2012 saya berkunjung ke rumah salah satu anggota CU TP TAHASAK BATU SEPAN, PUJON.
Kunjungan ini dilandasi rasa penasaran karena mendengar kabar bahwa ada seorang bapak pengayuh becak yang punya simpanan di CU TP TAHASAK BATU SEPAN sampai 100 juta rupiah.
Di antar oleh salah satu staff di TP TAHASAK BATU SEPAN, tiba di depan rumah pengayuh becak ini, staff yang mengantar saya membuka komunikasi dengan menanyakan dengan bahasa Dayak Ngaju tege buekah (ada kakek kah)?, lalu dijawab oleh anak-anak yang sedang bermain didepan rumah sambil menunjuk ke arah jalan, kanih bue handak buli ndai ampi (itu kakek sudah dalam perjalanan pulang).
Saya mengarahkan pandangan ke jalan yang ditunjuk, benar saja ada seorang bapak yang wajahnya mulai menua, sedang mengayuh bejak menuju ke arah tempat kami menunggu. Begitu tiba saya menyapa dengan mengucap salam salamat halemei ma (selamat sore om), yang dijawab dengan salamat halemei kea (selamat sore juga). Beliau turun dari becak, menyalami kami, lalu mengajak kami masuk rumahnya. Saya memperkenalkan diri dan mulai berbincang dengan beliau.
Nama saya Sallie J. Dugung, umur sekitar 55 tahun, keseharian mengayuh becak. Saya orang Dayak asli, beragama Kristen Protestan. Istri saya namanya Dayah, kami memiliki 6 orang anak. Saya tidak ingat persis tahun berapa saya mulai narik becak, yang saya ingat waktu itu Bapak Basirun Sulang baru jadi camat di Pujon, kata kakek menjawab pertanyaan penulis ketika membuka perbincangan.
Sebelum menarik becak, kakek dari 3 orang cucu ini bekerja emas, nyadap karet dan berladang padi. Melihat perkembangan di Pujon, pasar sudah mulai ada, jalan sudah di aspal, “Saya ingin juga mencoba usaha yang lain, maka mulailah saya narik becak saat itu dengan tarif 3 sampai 5 ribu rupiah disesuaikan dengan jaraknya. Kalau sekarang uang 3 ribu itu sama dengan 10 ribu. Semakin lama banyak yang berlangganan dengan saya, untuk mengangkut barang mereka dari rumah ke pasar, pindah rumah atau mengantar anak sekolah atau ke puskesmas. Kalau sekarang penghasilan saya paling sedikit 50 ribu sehari, tapi yang normal itu 100 sampai 300 ribu per hari dan mereka bisa memanggil saya hanya dengan SMS karena mereka pegang nomor HP saya,” terangnya.
Saya narik becak, istri saya buka warung sembako kecil-kecilan. Suatu hari istri saya ikut pendidikan dasar CU dan langsung pinjam kapitalisasi 20 juta. Dari hasil jualannya istri saya membayar dan lancar tidak pernah menunggak. Melihat istri saya ikut CU, saya juga mau ikut dan langsung ikut pendidikan dasar. Setelah ikut pendidikan dasar, saya langsung pinjam kapitalisasi 50 juta.
Sewaktu mau pinjam saya ragu ragu, apa saya bisa disiplin membayarnya, karena kalau uang ada saja tiap hari dapat dan kelihatannya staff CU yang melayani saya juga ragu-ragu, mungkin karena pekerjaan saya tukang becak. Namun saya bertekad saya bisa bayar, karena saya punya penghasilan, walaupun selama ini tidak pernah nabung.
Selain membayar pinjaman, tiap bulan saya juga menambah tabungan 200 ribu. Uang yang saya antar selalu tebal, karena uang yang saya antar uang receh, paling besar huruf 20 ribu, cuma sudah saya susun rapi ketika di rumah biar mereka di CU bisa diterima.
Saya senang dengan mereka di CU, karena walau saya tukang becak dan selalu membayar pinjaman dan nabung dengan uang receh mereka selalu ramah melayani saya dan memanggil saya bue kalau di kantor, sehingga saya merasa dihargai.
Saya sangat percaya pada CU, karena saat saya sakit saya diberi pinjaman. Di CU pertama saya pinjam kapitalisasi 50 juta, kemudian pinjaman kedua 70 juta, yang ketiga 103 juta. Pinjaman 103 juta itu diberikan sesuai dengan tabungan saya yang ada di CU.
Karena saya sudah merasakan manfaat dari CU, saya sudah memberi pemahaman kepada anak anak saya, agar menjadi anggota CU dan 2 dari 6 anak saya sudah menjadi anggota CU. Anak saya yang lain mungkin karena belum mengerti belum menjadi anggota.
Saya ingatkan anak anak saya, seperti apa yang saya dapatkan ketika saya ikut pendidikan dasar, kalau dapat duit, duitnya harus dikelola. Dibagi sebagian untuk makan, sebagian ditabung, nanti kalau kita sakit, tabungan yang akan menolong kita. Kalau uang simpan dirumah bisa hilang, kalau di CU dapat bunga. Nanti kalau saya sudah tidak mampu bekerja, saya mau terima pensiun lewat CU dari bunga uang yang saya tabung selama ini, kata pemilik tabungan lebih dari 100 juta ini.
Keterangan Foto: Sallie J.Dugung, bersama beca menabung di CU
Sumber foto dan tulisan: Sepmiwawalma.
Setia Melayani Sepenuh Hati, Staf TP TBS Pujon
February 23, 2012 by rokhmondonasis
Filed under Berita, Opini dan Berita
Menyaksikan medan yang cukup berat di wilayah pengembangan TP Tahasak Batu Sepan (TBS), terbayang tantangan yang dihadapi staff CU yang ditugaskan di wilayah ini. Jalan darat masih rusak, jembatan penghubung jalan ada yang putus, sehingga hanya bisa dilewati sepeda motor, ada juga desa yang hanya bisa dijangkau dengan transportasi sungai.
Bagaimana staff mengatasi tantangan pelayanan kepada anggota dengan kondisi jalan yang kurang memadai terutama saat survey dan menagih pinjaman lalai?. Penulis tertarik untuk membuka percakapan ringan dengan staff percobaan, Europorto. Ia mengatakan sering berhadapan dengan kondisi lapangan terutama jalan rusak, bermandikan lumpur saat hujan dan debu saat musim kemarau, menyeberang sungai dan kehujanan di jalan. Demikian petikan percakapan:
Apa kabar, bagaimana rasanya melayani anggota di TP Tahasak Batu Sepan, Pujon ?
Kabar baik. Kalau soal pelayanan kadang menyenangkan, kadang kurang menyenangkan kalau berhadapan dengan beberapa kendala.
Artinya dalam pelayanan ada hal yang menyenangkan dan kurang menyenangkan?
Iya. Dikantor maupun saat ke lapangan bisa aja ada kendala. Kalau saat pelayanan di kantor, tiba tiba komputer ngadat membuat pekerjaan terganggu, kurangnya jumlah staff membuat pelayanan terlambat dan karena kerjaan menumpuk, anggota harus dilayani makan siangpun tidak sempat.
Ketika jam pelayanan sudah tutup ada anggota yang belum terlayani, kita harus tetap melayani walau sudah lebih dari jam 3 sore. Enaknya kalau di kantor, tidak kena hujan dan panas. Nah kalau ke lapangan tantangannya medannya berat, apalagi kalau musim hujan siap siap kehujanan di jalan, kalau jalan tidak bisa dilalui motor, kita harus jalan kaki mendorong motor bermandikan lumpur. Kalau motor macet, desa terdekat masih jauh kita bisa bermalam di hutan dan tidak makan. Yang deg-degan kalau kita bawa uang setoran, sangat beresiko, untungnya selama ini Tuhan masih melindungi kita, sehingga belum pernah dan jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.
Bagaimana caranya agar pekerjaan yang berat menjadi ringan dikerjakan?
Dengar musik dan ajak rekan kerja atau anggota bercanda. Dengan bercanda membuat semangat bangkit lagi. Kalau ada anggota yang berhasil kita motivasi dan jadi anggota, kita senang. Kemudian kalau berhasil membantu anggota mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi juga membuat hati senang. Kalau memotivasi anggota terkadang tidak melulu bicara CU, tapi mereka bisa curhat soal keluarga kepada kita ketika kita mengunjungi mereka.
Adakah kekuatiran kepada anggota atau pihak lain yang bukan anggota?
Ada, kepada pemerintah kalau kalau membuat kebijakan yang justru menghambat perkembangan CU, misalnya membuat kebijakan soal pajak yang justru membebani anggota. Lalu kalau kepada anggota, kalau ada yang kecewa karena pinjamannya tidak dicairkan sesuai harapan, memberikan informasi yang tidak benar kepada anggota lain atau kepada calon anggota.
Ada anggota yang sudah cair pinjamannya dari CU, tapi karena takut orang lain bisa pinjam dari CU untuk modal usaha juga, karena takut usahanya ada saingan lalu memberi informasi yang tidak benar tentang CU, sehingga orang lain tidak bergabung menjadi anggota CU. Semoga sifat tidak ingin melihat orang maju dan hanya mau dirinya sendiri yang maju tidak banyak bahkan kalau bisa tidak ada di tengah masyarakat.
Harapan kepada anggota?
Setia bersama CU, rajin menabung, tepat waktu bayar pinjaman, seluruh anggota keluarga dibawa jadi anggota CU. Walau pendidikan tidak lulus SD, bisa mengelola anggaran rumah tangga dengan baik, jangan kalah dengan orang kota, walau tinggal di desa masa depan telah dipersiapkan dengan baik dan tidak ketinggalan zaman. Orang kota ber-CU, kita di desa juga ber-CU. Kami sebagai staff SETIA MELAYANI SEPENUH HATI katanya mengakhiri perbincangan.
Keterangan Foto: Europorto di atas ferry penyeberangan
Sumber foto dan tulisan: Sepmiwawalma.
TP di Telok Semakin Elok
February 18, 2012 by rokhmondonasis
Filed under Info Credit Union
Duwel Rawing, berkesempatan hadir dalam RAT Tempat Pelayanan Batu Lampang Credit Union Betang Asi di Telok, kabupaten Katingan. Perjalanan Bupati kali ini sekaligus meresmikan kantor baru CU yang sudah siap di gunakan untuk melayani anggota secara maksimal.
Telok adalah kampung yang terletak tidak jauh dari Tumbang Samba, ibukota kecamatan Katingan Tengah. Sejak bulan Januari 2005 lalu di kampung ini sudah berdiri tempat pelayanan CU.
Kegiatan RAT sekaligus peresmian kantor baru ini dilaksanakan pada 25 Januari 2012. Pengurus, pengawas, penasehat dan manajemen hadir dalam kegiatan yang seharusnya dimulai sejak pagi, namun dimulai siang hari karena Bupati Katingan beserta rombongan terlambat datang.
Dalam sambutannya Duwel mengatakan, CU dalam melayani anggota merupapkan awal kebangkitan untuk mengelola keuangan di rumah tangga kita dan dengan kebersamaan, kejujuran dan niat baik segala sesuatu bisa di atasi.
“Kantor baru ini membuktikan bahwa rakyat bisa membangun kantor yang megah bukan hanya pemerintah saja” kata Bupati. Ditandai dengan menandatangani prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati secara resmi kantor TP BL, Telok sudah dapat di gunakan.
Sebagai bagian dari acara peresmian, Pastor Surnaryo berkenan memberkati kantor baru dengan percikan air suci di setiap ruangan yang akan di gunakan untuk melayani anggota. Semoga dengan penggunaan kantor baru ini, pertumbuhan anggota dan aset semakin meningkat seiring kesejahteraan anggota di kabupaten Katingan.
Handep hapakat, sewut batarung!
Keterangan Foto: Pastor Sunaryo memimpin ibadah pemberkatan kantor baru TP BL
Sumber Foto: Dokumen CU Betang Asi
Sosialisasi Credit Union Filosofi Petani
February 9, 2012 by yepta
Filed under Opini dan Berita
Hari Senin dan Selasa tanggal 30-31 Januari 2012, di Hotel Amaris Palangka Raya dilaksanakan Sosialisasi Credit Union Filosofi Petani yang difasilitasi oleh Bapak A.R. Mecer tokoh penggerak Credit Union dan juga Ketua Badan Koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan yang dihadiri oleh Penasehat, Dewan Pengurus, Badan Pengawas, dan unsur Pimpinan Manajemen CU Betang Asi.
Mengawali sosialisasi tersebut, A.R. Mecer menggambarkan kehidupan yang dilakukan para petani dulu, dari kegiatan untuk menyediakan Makan dan Minum dalam rangka memenuhi kebutuhan hari-hari, Bercocok Tanam untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, Kebutuhan Sosial dalam membangun sikap solidaritas, kebersamaan serta keharmonisan antar sesama, Memohon berkat dan Bersyukur atas apa yang dilakukan dan yang telah diterima dari sang pencipta. Filosofi petani ini merefleksikan apa dan seperti apa yang telah Credit Union implementasikan kepada masyarakat dan anggota pada khususnya.
A.R. Mecer juga menyampaikan mengenai beberapa pandangan masyarakat Credit Union terhadap pergerakan Credit Union yang mulai keluar dari jalur pemberdayaan terhadap masyarakat kecil. Hal ini yang selalu menjadi pikiran dan perenungan panjang bagi Bapak A.R. Mecer sehingga muncul gagasan mengenai Credit Union Filosofi Petani.
Dalam sosialisasi Credit Union Filosofi Petani, A.R. Mecer dengan sangat gampang dan jelas memberikan penjelasan kepada peserta sosialisasi berkenaan dengan pola pengembangan Credit Union Filosofi Petani yang diharapkan semua Credit Union dibawah jaringan Badan Koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan dapat menyesuaikan pola pelayanan dan pengembanganya berdasarkan Filosofi Petani dengan harapan bahwa keberadaan Credit Union di tengah masyarakat betul-betul melayani kepentingan seluruh anggota khususnya anggota lapisan menegah kebawah.
Manager CU Betang Asi Tempat Pelayanan Betang Sinta – Sepang Kota, Sylvester Suanda mengatakan bahwa Credit Union Filosofi Petani yang disosialisasikan oleh Bapak A.R. Mecer betul-betul memberikan pencerahan dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pergerakan CU Betang Asi kedepan.
Manager CU Betang Asi Tempat Pelayanan Betang Batarung – Kuala Kurun, Yepta Diharja, SP. Menaggapi sosialisasai Credit Union Filosofi Petani yang disampaikan oleh A.R. Mecer betul-betul dapat mengembalikan semangat gerakan Credit Union. Yepta mengatakan bahwa pola Credit Union Filosofi Petani dalam mengelola Credit Union betul-betul sesuai dengan dengan semangat Credit Union yang terdiri dari “Kumpulan orang-orang” jadi yang dikelola adalah betul-betul kumpulan orang bukan uang, karena uang adalah dampak dari segala kegiatan yang dilakukan. Disamping itu, Credit Union betul-betul memberikan hak yang sama kepada semua anggotanya tanpa membedakan tingkat kemampuan sosial ekonomi anggota.
Credit Union Filosofi Petani dalam pengelolaan produk simpanan betul-betul memberikan harapan kepada anggotanya untuk dapat memperolehnya berdasarkan tingkat kemampuannya, dimana keistimewaannya adalah anggota dapat betul-betul menggunakan produk dan merancangnya secara terencana, sehingga mengurangi spekulan-spekulan yang hanya ingin memanfaatkan Credit Union untuk memperkaya diri sendiri. Ujar Yepta.
Kegaitan Sosialisasi Credit Union Filosofi Petani direspon baik oleh semua peserta yang langsung menindak lanjuti dengan mengadakan pertemuan kembali hari kamis 2 Pebruari 2012 di Hotel Amaris untuk membahas hasil sosialisasi tersebut.
Ambu Naptamis: “Siap Menjaga Komitmen dan Konsistensi Memperjuangkan Keberadaan Credit Union Betang Asi”
February 8, 2012 by rokhmondonasis
Filed under Info Credit Union
Hari Jumat, 3 Pebruari 2012 merupakan hari bersejarah bagi CU Betang Asi. Dengan terpilihnya Ambu Naptamis sebagai ketua pengurus periode 2012-2014. Kali ini melalui 7 orang tim formatur mengusulkan untuk di sahkan dalam RAT Konsolidasi TB 2011, dengan susunan sebagai berikut:
Badan Penasehat, Drs. T.T Suling; Mikael Oli dan Murni N. Ambu. Sebagai Dewan Pengurus, Ketua: Ambu Naptamis, SH, MH; Wakil ketua 1: Drs. Bambang Mantikei, M.Si; Wakil Ketua 2: Karna Sophia Simbolon; Sekretaris: Gregorius Doni Senun, S.Pd; Bendahara: Drs. F.X Manesa, M.Pd; Anggota: Syamsi Mahar; Sewantapuja JB, S.Pd; Pitur L. Sanen, S.Pd dan Athis, S.Sos.
Sebagai Badan Pengawas: Ketua: Tunjung Amel, S.Pd; Sekretaris: Rita Sarlawa, SE, M.Si dan Anggota: Dominggus Neves, S.Hut, M.Si.
Dalam pidato awal sejak di tetapkan sebagai ketua pengurus, Ambu menekankan tetap berkomitmen dan konsisten untuk memajukan CU Betang Asi. Berikut salinan lengkap sambutannya:
Selamat malam, untuk kita semua, sebelumnya agar kita semangat, kita teriakkan slogan CU Betang Asi, 3 kali:
Handep Hapakat, Sewut Batarung
Handep Hapakat, Sewut Batarung
Handep Hapakat, Sewut Batarung
Terima kasih.
Yang saya hormati, penasehat sekaligus tim formatur, pengurus, pengawas yang saya banggakan,
Yang saya hormati, Dehen Erang selaku ketua DEKOPIN propinsi Kalimantan Tengah,
Yang saya hormati, General Manejer beserta jajarannya,
Yang saya banggakan Bapak/ Ibu anggota peserta RAT yang berkenan hadir hingga malam hari ini.
Serta seluruh undangan yang berkenan hadir pada kesempatan ini dan mendukung kegiatan RAT sekaligus pemilihan pengurus periode 2012-2014.
Sebagaimana kita ketahui pemilihan pengurus berjalan dengan baik, tentu saja bagi kami kebetulan sudah dipercaya, hasil pemilihan pengurus ini kami merasa sebagai amanat perjuangan yang terus kita perjuangkan. Amanat organisasi, amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
Pada hari ini saya merasa amanah itu telah kita laksanakan dengan komitmen dan konsistensi yang kita dedikasikan untuk Credit Union Betang Asi. Atas terlaksananya pemilihan pengurus periode 2012-2014 dengan kerendahan hati, saya mewakili kami yang diberi kepercayaan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini teristimewa kepada tim formatur yang merupakan representasi dari kita semua.
Bapak/ Ibu/ Saudara yang saya hormati, pada pagi hari tadi ada 1 nast yang dibacakan dan diingatkan oleh Pastor Subandi yang terambil dari kitab Ayub. Dikatakan bahwa hidup itu berat. Refleksi saya di Credit Union Betang Asi pasti dan saya rasakan tantangan yang kita hadapi baik secara internal maupun secara eksternal.
Tapi, Bapak/ Ibu/ Saudara, sejak awal kita menggagas dan mendirikan CU Betang Asi memang tantangan itu selalu datang silih berganti, dan prinsip saya dengan semangat Handep Hapakat sampai hari ini kita mampu mengatasi tantangan. Dengan semangat Handep Hapakat Sewut Batarung, dengan bahasa lain semangat dari Credit Union, semangat dari saling percaya kita mampu menghadapi segala tantangan terbukti hari ini kita dapat melaksanakan RAT dengan capaian-capaian dan kesepakatan-kesepakatan yang kita menghadapi tantangan pada masa yang akan datang.
Pada kesempatan ini baik saya kira kita memberikan applaus kepada kita semua.
Kami berupaya Bapak/ Ibu/ Saudara terus menjaga komitmen dan konsistensi kita semua terhadap CU Betang Asi yang kita banggakan.Kami selaku pengurus dan pengawas akan selalu membuka diri untuk kritik, saran, masukan yang konstruktif demi menjaga lembaga yang kita banggakan ini, demi menjaga komitmen dan konsistensi yang kita perjuangkan sejak awal.
Kami berkeyakinan apabila kita terus menjaga komitmen dan konsistensi kita berCU sebagai alat pemberdayaan, perjuangan. CU Betang Asi yang kita cintai akan lebih dimampukan untuk membangun kehidupan menjadi lebih baik.
Sekali lagi, terima kasih kepada kita semua yang telah berkontribusi terhadap konsistensi CU Betang Asi. Terlebih khusus, saya di kesempatan berbahagia ini menyampaikan terima kasih dan apresiasi saya kepada seorang yang sangat saya hormati di dalam gerakan CU, yaitu kepada Bapak Dr. Amu Lanu A. Lingu, M.Si, SE yang bagi saya almarhum adalah seorang teman, sahabat dan seorang guru bagi saya dan bagi kita semua.
Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan ini kami siap menjalankan kepercayaan ini dan terus berupaya untuk menjaga komitmen dan konsistensi sejak awal kita memperjuangkan keberadaan Credit Union Betang Asi, saya meyakini segala pekerjaan baik pasti mendapat berkat dari Tuhan yang maha kuasa, Amin.
Mari kita teriakkan Handep Hapakat dengan penuh semangat dan semua menjawab dengan Sewut Batarung.
Handep Hapakat, Sewut Batarung
Handep Hapakat, Sewut Batarung
Handep Hapakat, Sewut Batarung
Terima kasih, sekian sambutan yang saya sampaikan. Selamat malam.
Keterangan Foto: Ambu, saat sambutan awal selaku ketua pengurus baru.
Akhirnya, KPD Tilung Buka Lagi
February 2, 2012 by rokhmondonasis
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Kurang dari 100 hari sejak dibuka kembali KPD Rajawali, akhirnya KPD Tilung di buka juga. Percikan air suci yang dilakukan oleh Pastor Subandi, Pr membasahi lantai dan ruangan dari KPD Tilung.
Acara ini merupakan rangkaian peresmian tersebut yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Januari 2012 sejak pukul 09.00-10.00 WIB. Sekitar 30 orang turut menghadiri peresmian ini. Nampak dari manajemen CU Betang Asi Ethos HL, Leani dan lainnya. Juga dari pengurus, penasehat KPD, tamu dari bank BTN, bank Mega, dealer Honda dan Kawasaki.
Acara diawali dengan doa selanjutnya sambutan dari GM CU Betang Asi, sekaligus penanggung jawab operasional KPD Kalteng. Ethos HL, menyampaikan harapannya agar KPD dapat lebih maju lagi, manajemen lebih baik. Ke depan akan dijajaki kartu kredit khusus untuk KPD sehingga dapat berbelanja. Terkait tawaran dari pihak lembaga keuangan lain untuk melakukan kartu gesek untuk dapat berbelanja dengan mudah akan di dicoba, jelas Ethos.
Selanjutnya Rita, sebagai MC mempersilahkan pengurus CU Betang Asi untuk menyampaikan sambutan. Ambu Naptamis yang mewakili pengurus menyampaikan keinginan belajar seperti orang Cina. Jangan yang hanya bermata sipit saja bisa berdagang, orang Dayak juga mesti bisa, ungkapnya.
Ambu juga mengingatkan agar tidak melupakan sejarah ketika bersama-sama mendirikan CU dan KPD. “Kita harus tetap berjuang dan jangan melupakan pendiri-pendiri CU dan KPD yang sudah ada, misalnya Pak Amu, karena beliau sebagai dasar yang mendirikan gerakan ini,” jelas Ambu dengan mata berkaca-kaca.
Setelah Ambu menyampaikan sambutan penggutingan pita untuk memasuki swalayan yang terletak di jalan Tamanggung Tilung nomor 155 Palangka Raya ini dilakukan oleh TT. Suling selaku penasehat di CU dan KPD Kalteng.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan menyantap makanan ringan yang disediakan panitia. Sebagai anggota dan calon anggota sudah kewajiban kita untuk memajukan lembaga bisnis (baca KPD) dengan berbelanja secara teratur di tempat ini.
KPD, pilihan cerdas, belanja puas!
Sumber berita: Sandi dan Nataline
Sumber foto: http://i44.tinypic.com/35ivu2u.jpg


