Akhirnya, KPD Tilung Buka Lagi
February 2, 2012 by rokhmondonasis
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Kurang dari 100 hari sejak dibuka kembali KPD Rajawali, akhirnya KPD Tilung di buka juga. Percikan air suci yang dilakukan oleh Pastor Subandi, Pr membasahi lantai dan ruangan dari KPD Tilung.
Acara ini merupakan rangkaian peresmian tersebut yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Januari 2012 sejak pukul 09.00-10.00 WIB. Sekitar 30 orang turut menghadiri peresmian ini. Nampak dari manajemen CU Betang Asi Ethos HL, Leani dan lainnya. Juga dari pengurus, penasehat KPD, tamu dari bank BTN, bank Mega, dealer Honda dan Kawasaki.
Acara diawali dengan doa selanjutnya sambutan dari GM CU Betang Asi, sekaligus penanggung jawab operasional KPD Kalteng. Ethos HL, menyampaikan harapannya agar KPD dapat lebih maju lagi, manajemen lebih baik. Ke depan akan dijajaki kartu kredit khusus untuk KPD sehingga dapat berbelanja. Terkait tawaran dari pihak lembaga keuangan lain untuk melakukan kartu gesek untuk dapat berbelanja dengan mudah akan di dicoba, jelas Ethos.
Selanjutnya Rita, sebagai MC mempersilahkan pengurus CU Betang Asi untuk menyampaikan sambutan. Ambu Naptamis yang mewakili pengurus menyampaikan keinginan belajar seperti orang Cina. Jangan yang hanya bermata sipit saja bisa berdagang, orang Dayak juga mesti bisa, ungkapnya.
Ambu juga mengingatkan agar tidak melupakan sejarah ketika bersama-sama mendirikan CU dan KPD. “Kita harus tetap berjuang dan jangan melupakan pendiri-pendiri CU dan KPD yang sudah ada, misalnya Pak Amu, karena beliau sebagai dasar yang mendirikan gerakan ini,” jelas Ambu dengan mata berkaca-kaca.
Setelah Ambu menyampaikan sambutan penggutingan pita untuk memasuki swalayan yang terletak di jalan Tamanggung Tilung nomor 155 Palangka Raya ini dilakukan oleh TT. Suling selaku penasehat di CU dan KPD Kalteng.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan menyantap makanan ringan yang disediakan panitia. Sebagai anggota dan calon anggota sudah kewajiban kita untuk memajukan lembaga bisnis (baca KPD) dengan berbelanja secara teratur di tempat ini.
KPD, pilihan cerdas, belanja puas!
Sumber berita: Sandi dan Nataline
Sumber foto: http://i44.tinypic.com/35ivu2u.jpg
Lokakarya & Pelatihan Instrument HAM dalam Mendorong Keadilan Iklim
December 15, 2011 by rokhmondonasis
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Sedikitnya 17 orang terlibat aktif dalam pelatihan dan lokakarya dan pelatihan “instrument HAM dalam mendorong keadilan iklim”. Pelatihan ini selenggarakan oleh Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah (Walhi Kalteng) dan didukung oleh HuMa dan Rain Forest Foundation.
Selama 4 hari (10-13/12) kegiatan dibuat menjadi satu paket. Hari pertama untuk Lokakarya dilaksanakan di ruang keruing hotel Luwansa Palangka Raya pada Sabtu, 10 Desember 2011. Sedangkan hari kedua, ketiga dan keempat kegiatan pelatihan dilaksanakan di ruang pertemuan Batu Banama hotel Batu Suli Palangka Raya.
Peserta yang mengikuti lokakarya pada hari pertama dari dinas kehutanan, NGO-NGO yang ada di Palangka Raya, mahasiswa, perwakilan masyarakat dari wilayah Kotawaringin Timur, Kapuas dan Katingan. Lokakarya di bagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama sebagai moderator di lakukan oleh Arie Rompas dengan pembicaranya adalah Lilik Siregar dari komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban membawakan materi “Peran Strategis LPSK dalam Pemberian Lingkungan dan Bantuan Bagi Saksi dan Korban”.
Pembicara kedua adalah Teguh Surya dari eksekutif nasional Walhi sebagai kepala departemen hubungan internasional dan keadilan iklim yang mengupas “konsepsi keadilan iklim dalam menjamin keberlangsungan antar generasi” lebih jauh Teguh juga mempertegas perjuangan Walhi dalam keadilan iklim yang di prioritaskan pada HELP kependekan dari Human Security, Ecology Charge, Land Rights dan Production dan Consumption.
Sedangkan sesi kedua dipandu oleh Mariati ‘Iyut’ Niun dengan pembicara pertama dari Emil Ola Kleden dari yayasan Pusaka dan pembicara kedua dari Sentot Setyasiswanto dari Pontianak Institut. Emil mengungkapkan bahwa dominan masyarakat Indonesia adalah petani namun ironisnya petani kita tidak mempunyai tanah sebagai lahan produksi, jika pun ada itu tidak lebih dari 1,5ha saja.
Terkait perlindungan HAM, Sentot memaparkan materi “Perlindungan Iklim dan Perlindungan Hak Asasi Manusia” dengan sub judul catatan penting penggunaan berbasis hak dalam proyek-proyek penanggulangan dampak perubahan iklim.
Catatan lainnya Sentot menjelaskan, beberapa bentuk pelaksaanaan dalam perlindungan HAM adalah memastikan keseteraan gender, mengundang dan melibatkan badan-badan HAM untuk membantu mengintegrasikan hak asasi ke dalam program penanggulangan dampak perubahan iklim misalnya komnas HAM, komnas perempuan, Komnas Anak dan lainnya. Kegiatan lainnya adalah menyelenggarakan pelatihan-pelatihan HAM bagi pejabat dan pegawai pemerintah di tingkat nasional dan local secara berkala.
Sementara itu, di tempat yang berbeda output dari pelatihan yang dilaksanakan Arie Rompas selaku direktur eksekutif Walhi Kalteng akan menghasilkan kriteria dan indikator local tentang keadilan iklim, adanya mekanisme laporan dan meningkatkan pengorganisasian kelompok kerja pemantauan.
Fasilitator yang memandu kegiatan pelatihan selama 3 hari adalah Sentot. Secara aktif pria berambut gondrong ini membawa peserta diskusi dan memberikan pendapat-pendapat dan pengetahuan yang dimiliki secara bergantian. Sentot dibantu Iyut untuk menuliskan dan membawa peserta terlibat secara penuh.
Di akhir kegiatan menghasilkan POKJA yang orangnya dipilih dari peserta selama 3 hari dan bertugas untuk merapikan dokumen sebagai bahan advokasi keadilan iklim di tahun 2012. Komposisi orang di POKJA adalah dari Lembaga Dayak Panarung (LDP), PD-AMAN Kota, Yayasan Cakrawala Indonesia (YCI), POKKER-SHK, BEM-UNPAR, MAPALA Comodo-UNPAR.
Keterangan Foto: Sentot Setyasiswanto sebagai fasilitator pelatihan
Sumber Foto: Rokhmond Onasis
Grand Opening KPD-Rajawali
October 31, 2011 by rokhmondonasis
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Dua puluh enam Oktober dua ribu sebelas merupakan hari bersejarah (kembali) bagi Koperasi Persekutuan Dayak (KPD) Kalteng. Ini terjadi karena dibukanya kembali KPD Swalayan di jalan Rajawali setelah sempat tidak buka selama beberapa bulan.
Dalam sambutannya Pengurus KPD Kalteng yang baru, menyampaikan harapan dan doanya. Dr. Amu Lanu A. Lingu, SE, M.Si mengatakan CU dan KPD adalah satu mata uang dengan sisi yang berbeda.
Berikut salinan sambutan Amu Lanu saat grand opening di KPD swalayan di jalan Rajawali Palangka Raya:
Hari ini merupakan grand opening yang merupakan rangkaian kegiatan KPD ini setelah kurang lebih 4 bulan mengalami stagnasi. Kenapa stagnasi, karena kami melakukan reevaluasi dan harus melakukan tindakan restrukturisasi dan reorganisasi. Dua hal itu yang harus dijalankan dan sekarang KPD itu ex officio ber sama-sama dengan credit union.
Jadi, memang ini boleh dibilang caretaker, tetapi ini yang harus dijelaskan karena modal kerjanya banyak dibantu oleh credit union. Oleh karena itu modal itu yang secara alami memang untuk control supaya uang itu bisa berputar dengan efektif dan kembali dengan efektif, karena anggota KPD juga anggota credit union dan credit union menanam penyertaan modalnya di KPD.
Latar belakang inilah maka manajemennya ex officio sementara ini langsung Credit Union Betang Asi ber sama-sama dengan Credit Union Sumber Rejeki biar Bapak/ Ibu dan masyarakat mengetahui. Kalau dulu masih terpisah sekarang dia satu kesatuan tetapi berbeda badan hukum. Satu keputusan berbeda rumah, karena memang seperti itulah model yang kita pakai karena secara hukum di Indonesia memang seperti itu. CU tetap berjalan di bidang financial, KPD bidang real ekonomi.
Harapannya ke depan bukan hanya KPD saja yang kita kembangkan, mudah-mudahan sector usaha lain kita garap mungkin sector perhotelankah, atau sector industry lainkah tetapi badan hukumnya KPD bukan CU, tapi CU dan KPD seperti satu keping mata uang yang sebelahnya berlainan, tetapi dia tetap satu mata uang. Jadi KPD dan CU satu mata uang, berbeda gambar, gambar satu KPD berbadan hukum KPD, gambar sebelah gambar CU badan hukum CU, begitu agar Bapak/ Ibu bisa memahaminya.
Jadi saya mengajak pada seluruh anggota CU lewat Pastor, Suster, dan Pendeta silahkan kita berbelanja di KPD ini dan kita yakin dia tidak akan stagnasi lagi karena didoakan oleh Pastor dan Suster hari ini. Kita akan tetap mempertahankannya dan kita sudah punya gedung tersendiri di jalan Tilung. Rencananya setelah ini dibuka selama sebulan setelah ini baru kita opening lagi di sana.
Mohon doa restu dari kita semua ini berjalan secara alami tetapi KPD ini sifatnya kompetitif di dunia usahanya, oleh karena itu kekuatan kita ada di anggota dan harga kita taruh bersaing, pokoknya lebih rendah dari saingan kita karena kita sifatnya melayani anggota dan kita berusaha mengaktifkannya dan berusaha juga akan membayar dividen, tidak seperti dulu lagi.
Jadi dalam satu tahun kita hitung dividen di dalam RAT nanti, persis seperti CU kita kelola, itu yang bisa kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya dan terima kasih juga kepada penanggung jawab dan panitia yang menyiapkan kegiatan ini semoga apa yang kita kerjakan bersama ini mendapat berkat dan diberkati oleh Tuhan sepanjang umur hidup kita, Tuhan memberkati.
Keterangan gambar: Amu Lanu mendampingi Pastor Subandi, Pr melakukan pemberkatan dengan air suci.
Sumber foto: Rokhmond Onasis
Pelatihan Manajemen Kearsipan dan Kesekretariatan
September 16, 2011 by rokhmondonasis
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Bertempat di meeting room hotel Dandang Tingang Palangka Raya sebanyak 36 orang berkumpul untuk melakukan Pelatihan Manajemen Kearsipan dan Kesekretariatan. Pelatihan kali ini di ikuti oleh CU Betang Asi, Remaung Kecubung, Sumber Rejeki di wilayah Kalimantan Tengah. Sedangkan CU Daya Lestari, Petemai Urip, Sempekat Ningkah Olo dan Femung Pebaya dari Kalimantan Timur.
Dari CU Betang Asi pesertanya, Esti V.K, Valentinus Jeghau, Thomas Fajar, Erwin F. Mahin, Dessy Nataliati, Memeiliana, Yuliasarly S.Taget, Lili Rusani, Lolie, Asep Nana Sumpena, Ellia Sujiyono, Bernandus Hendy, Herie U. Daud, Ezra Mardoni Lewi, Junaidi, Rama, David Dibiciang, A. Udasco dan Ernesto Kardinal.
Dari CU Remaung Kecubung pesertanya, Ijas, Hertiati dan Muhammad Irwanto. Sedangkan dari Sumber Rejeki adalah Mistal, Desi B. Purnama, Plasida Miraja, Kardius, Juliani, SE, Mardianto, Tri Rahayu Damayanti dan Vera Demayni.
Tidak ketinggalan dari CU Petemai Urip adalah Markus Jalung dan Lusiana Kavung juga dari CU Sempekat Ningkah Olo diikuti Silvia Ristha Anggraini serta Endang Fitriani. Peserta dari CU Daya Lestari diikuti Yulius Dia Ding dan CU Femung Pebaya adalah Minarni.
Selama 4 hari (12-15/9), pelatihan ini digagas oleh BKCUK DO Kalteng dan Kaltim yang difasilitasi oleh Sesilia Seli dan V. Budi Astuti. Menurut Astuti pelatihan ini dilatarbelakangi belum ada penanganan mengenai kearsipan di CU, dimulai dari mengurus surat masuk, surat keluar, penyimpanan arsip.
“Karena kalau kita lihat makin lama berkas-berkas ini semakin banyak dan selama ini belum system yang mengatur tenaga untuk kearsipan. Jadi pelatihan ini diadakan supaya di CU mempunyai satu system untuk mengatur arsip agar aman, ketika di cari dapat cepat ditemukan, dihindari untuk hilang atau rusak,” jelasnya.
Terkait di bidang kesekretariatan, dari pengamatan penulis sebagai fasilitator Sesilia Seli menyampaikan penulisan secara baik dan benar mengenai nama bulan, penjelasan surat-surat dan pengertian dari istilah-istilah yang sering dipakai di perkantoran.
Diharapkan staf atau mereka yang berkecimpung dalam bidang kesekretariatan dan kearsipan bisa lebih paham dan juga punya pengetahuan tentang arsip itu sendiri dan bagaimana penanganannya, tutup Astuti kepada penulis.
Keterangan foto: Ibu Seli sedang menjelaskan jenis-jenis surat
Sumber: Rokhmond Onasis
Pelatihan Master Trainer dan Community Organizer
September 13, 2011 by rokhmondonasis
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Sebanyak 25 penggiat CU di Kalimantan Tengah berkumpul mengikuti pelatihan pelatihan master trainer dan community organizer. Acara ini dibuka secara resmi oleh pengurus BKCUK yang diwakili oleh Amu Lanu. Kegiatan ini menggunakan 2 tempat, pada hari pertama dan kedua di Aula Batimur dan pada hari ketiga dan keempat di lakukan di meeting room hotel Dandang Tingang Palangka Raya.
Menurut kepala District Office Kalteng dan Kaltim BKCUK Albert Chong, peserta pelatihan disiapkan untuk mempersiapkan para aktivis cu, kelompok inti, maupun orang-orang yang terlibat dalam pendidikan terhadap anggota
Pelatihan yang difasilitasi oleh Laurensius Salem dan Sesilia Seli dari BKCUK dilaksanakan dari tanggal 7-10 September 2011. Laurensius Salem yang lebih akrab di panggil Salem adalah alumni development education yang dilaksanakan oleh ACCU, Bangkok. Sedangkan Sesilia Seli adalah ketua pengurus CU KB.
Peserta pelatihan semuanya dari CU Betang Asi yaitu, Batuah, Gapuri, Lenco, Carda Kalvin, Darwis Nggasi, Heri Agus, Martianus, Fitriani, S.Pd.K, Carles B. Kanta, Epetani Kulon, Berce Van Houten, Harry Adthama, Saefudin Muthohar, Frind Imanuel, Johanis Enas, Duyan J. Anggen, Fripaul, Endang Hariadi, Yulius Langkah D, Simpei, Sr. M. Natalia, Sria Nurani Leong, Sri Murti, Hero dan Erina Supratinopa.
Sumber foto: Rokhmond Onasis
Pelatihan Member Relationship Management (MRM)
July 13, 2011 by yepta
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Badan Koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan sebagai induk koperasi kredit primer, pada tanggal 23 s.d. 25 Juni 2011 bertempat di Hotel Global Palangka Raya – Kalimantan Tengah mengadakan pelatihan Member Relationship Management (MRM) bagi anggotanya.
Pelatihan ini bertujuan untuk menjelaskan kembali konsep standar layanan Frontliner. Pelayanan pelanggan yang bermutu merupakan kunci sukses dan dasar untuk membangun keberhasilan dan keuntungan bagi gerakan Credit Union.
Fasilitator yang memfasilitasi felatihan MRM tersebut adalah Bapak F.X. Ari Setiawan, Manager Pelatihan & HLN Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) Jakarta. Adapun materi-materi yang disampaikan oleh fasilitator dalam pelatihan tersebut antara lain :
- Konsep Service Axcellence
- Standar layanan Security
- Standar layanan teller/kasir
- Standar layanan Cotumer Service
- Handling complain
- Standar layanan telepon.
Sebagai salah satu CU primer dibawah koordinasi BKCU Kalimantan, CU Betang Asi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggotanya, mengirimkan 19 orang staf/manajemen perwakilan dari semua kantor pelayanan CU Betang Asi untuk mengikuti pelatihan MRM tersebut.
Pelatihan Pembibitan SPKPH
May 16, 2011 by rokhmondonasis
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Bertempat di Balai Desa Sepang Kota, kecamatan Sepang, kabupaten Gunung Mas penggiat Serikat Petani Karet Penyang Hapakat (SPK-PH) berkumpul untuk mengikuti pelatihan pembibitan dan pemeliharaan kebun karet.
Pelatihan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 12-14 Mei 2011. Dari 3 hari pelatihan dibagi menjadi 1,5 hari teori, 1 hari praktek dan ½ hari evaluasi praktek lapangan serta membahas rencana tindak lanjut pasca pelatihan.
Pelatihan dapat terselenggara atas kerjasama SPKPH dengan Lembaga Dayak Panarung (LDP), CU Betang Asi, AMAN Kalteng, Dinas Perkebunan propinsi Kalteng dan Dinas Pertanian/ Perkebunan kabupaten Gunung Mas.
Namun, tidak kurang dari 25 peserta yang mengikuti pelatihan beruntung, karena sebagai narasumber langsung dari PT. Bridgestone Kalimantan Plantation (PT. BSKP) Kalimantan Selatan. Alasan dari panitia mengundang Bridgestone adalah karena ingin belajar langsung dari praktisi lapangan yang mengenal dan ahli di bidang perkaretan.
Rombongan BSKP tiba pada pukul Rabu (11/5) malam di Sepang Kota, setelah menempuh perjalanan pagi hari berangkat dari Banjarbaru Kalsel. Sebagai ketua rombongan di pimpin oleh Suryani, SP dan didampingi Adi Priyo Santo, Samsudin Toha dan Syamsudin Noor.
Suryani lebih akrab dipanggil Pak Yani panggilan akrabnya adalah kepala Field Administration di BSKP. Sedangkan Santo kepala divisi penyadapan. Di bidang okulasi, maka Toha di ajak oleh Suryani mempraktekkan cara okulasi yang tepat. Rombongan tiba dengan menggunakan mobil strada yang dikemudikan oleh Syamsudin Noor yang biasa dipanggil Udin.
Acara berlangsung secara dinamis. Ini terlihat dari pertanyaan yang bertubi-tubi disampaikan para peserta kepada nara sumber, baik dari Bridgestone, dinas Perkebunan propinsi Kalteng maupun dinas pertanian dan perkebunan kabupaten Gunung Mas.
Kepala Dinas perkebunan Kalteng membuka kegiatan ini secara resmi. Arnilus, mewakili kepala dinas mengharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet. Di tempat yang sama, Simson, SP, mewakili kepala dinas pertanian dan perkebunan Gunung Mas turut menyampaikan materi mengenai kebijakan dan program yang akan dilakukan di tahun 2011/ 2012 di wilayah kabupaten Gunung Mas untuk membantu petani karet.
Dalam rencana tindak lanjut tahun 2011/ 2012, petani yang tergabung di SPKPH akan melakukan pembibitan secara okulasi di masing-masing kelompok tani, namun terlebih dahulu akan membeli bibit dari PT. BSKP agar mendapatkan mutu bibit karet yang bagus dan terjamin.
Seminar dan RAT Puskopdit BKCU Kalimantan di Jakarta
May 16, 2011 by yepta
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Setelah terjadi krisis moneter yang melanda beberapa Negara di kawasan Asia (Korea, Thailand, Indonesia, dan Malasia) pada tahun 1997 setidaknya tercatat sebagai sejarah dan sekaligus memberikan pembelajaran yang sangat berharga bagi pengambil kebijakan dan keputusan serta pengaturan regulasi. Bahwa sesungguhnya pengembangan ekonomi bangsa yang berbasis konglomerasi itu rentan terhadap badai krisis moneter. Sementara itu lembaga keuangan ekonomi mikro (diantaranya adalah koperasi), sangat berbeda jauh karakteristiknya dengan ekonomi konglomerasi, sehingga mampu menunjukkan daya tahanya terhadap gempuran badai krisis moneter yang melanda Indonesia.
Dari sekian banyak jenis koperasi di Indonesia, yang dominan berkembang dengan baik dan mandiri adalah jenis koperasi credit union (CU) yang dikenal dengan panggilan KOPDIT (Koperasi Kredit) di tingkat pemerintah, sedangkan di kalangan masyarakat lebih akrab dengan menyebut CU. Bahkan dalam media pemberitaannya disebut bahwa (CU) sebagai lembaga keuangan mikro formal non bank, dapat melakukan kegiatan-kegiatan keuangan mikro (micro finance) yakni penyediaan jasa keuangan dan pengembangan kapasitas bagi anggotanya.
Karakteristik dasr CU adalah membanguan karekter anggota sebagai kunci keberhasilan melalui tiga pilar yaitu pendidikan, swadaya, dan solidaritas. Melalui pendidikan terus menerus kepada anggota baru maupun penyegaran kepada anggota lama untuk meningkatkan kesadarab tetang makna swadaya dan solidaritas serta memahami tentang tata kelola koperasi CU dengan baik sehingga menjadi kekuatan mental yang terekpresi dalam kesetiaan menjadi “penabung dan peminjam yang baik”. Koperasi CU di Indonesia secara nasional pada tingkat Koperasi Kredit (INKOPDIT) telah mencapai 32 puskopdit/pra puskopdit, dengan jumlah 974 CU Primer 1.330.581 orang anggota, dan asset Rp. 7,155 triliun per Desember 2010.
Puskopdit Badan Koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan adalah anggota INKOPDIT memiliki 46 CU Primer tersebar di Kalimantan, Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi, NTT, dan Papua. Terdiri dari 432.322 orang (anggota) dan asset Rp. 3.726 triliun per 31 Desember 2010. Kondisi tersebut jelas mempunyai arti dan kontribusi dalam membangun “ekonomi kerakyatan” di negeri ini. Kinerja tersebut memotivasi dan member inspirasi bagi Puskopdit BKCUK untuk melaksanakan seminar nasional tentang credit union.
Menurut Damianus Djampi, Wakil Ketua BKCUK, tujuan seminar tersebut ada tiga. Pertama, memahami dan mencemari kembali paradigm eksistensi dan perkembangannya koperasi CU baik ditingkat primer, sekunder, dan induk sebagai pelayanan jasa keuangan dan pemberdayaan masyarakat/anggotanya di Indonesia. Kedua, mengembangkan kerangka kerja untuk memahami lebih luas dan mendalam mengenai peran koperasi CU sebagai kebangkitan eknomi rakyat dalam tatanan ekonomi Indonesia dan pemberdayaan khususnya. “Tujuan ketiga adalah memahami berbagai kendala penerapan perpajakan terhadap koperasi dan UKM pada era kebangkitan ekonomi rakyat agar diperoleh kerangka konsep yang sesuai dalam pengembangan dan penetapan regulasi terhadap lembaga keuangan mikro yang layak bagi masyarakat ekonomi lemah”, urai mantan ketua CU Katulistiwa Bakti ini.
Seminar dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2011 di Sheraton Media Hotel & Towers Jl. Gunung Sahari Raya, Jakarta. Penyelenggara seminar yang dirangkai dengan RAT BKCUK tersebut adalah INKOPDIT Jakarta bekerjasama dengan PUSKOPDIT BKCU Kalimantan. Panitia penyelenggara adalah pengurus dan manajemen CU. Barerot Gratia Jakarta yang juga tua rumah RAT PUSKOPDIT BKCU tahun buku 2010 bersama dengan pengurus dan manajemen PUSKOPDIT BKCUK.
Penasehat seminar dan RAT adalah Paul Sutopo, Ph.D. penaggung jawab adalah Drs. A.R. Mecer (Ketua Puskopdit BKCUK), Abat Elias, SE. (GM INKOPDIT), Dr. Amu Lanu A. Lingu, SE., M.Si. Antonius Sumarwan, SJ. Marselinus Sunardi, S.Pd. Damianus Djampi, P. Fredy Rante Taruk, Pr. dan Drs. Stefanus masiun. Panitia pengarah adalah F.X. jarot Winarto, SE. Frans Laten, SE. Serapina Serafin, Agung, dan Sunarto.
Peserta seminar terdiri dari utusan CU primer, mitra, PUSKOPDIT BKCU Kalimantan, CU Primer tuan rumah sebagai penyelenggara RAT PUSKOPDIT BKCU Kalimantan, peninjau anggota CU Primer, peninjau luar dan mantra, Puskopdit Bekatigate Sumatera Utara, Puskopdit Caraka Utama Lampung, Puskopdit Bogor Banten, Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Puskopdit Jatimtim Malang (Sawirin) seluruhnya berjumlah 252 orang.
Seminar dibuka oleh Wapres Boediono sekaligus sebagai keynote speaker. Nara sumber adalah A.R. Mecer, Dr. Amu Lanu A. Lingu, Abat Elias, Dr. Nining I Soesilo (Ketua UKM Center UI), Dr. Novita (Universitas Guna Dharma), Ir. Toto Sugiarto, Ph.D. (Universitas Guna Dharma), T. Handoko Eko Prabowo, Ph.D. (Universitas Sanata Dharma), Dirjen Pajak, Avanti Fontana, Ph.D. (ketua Center for Innovative & Entrepneursip UI).
Setelah seminar dilanjutkan dengan lokakarya anggaran rumah tangga dan poljak Puskopdit BKCUK dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Puskopdit BKCUK tahun buku 2010.
Sumber : Majalah Kalimantan Review (KR)
Terbitan : Mei 2011
Aliansi Bumi Pertanyakan REDD+
May 4, 2011 by rokhmondonasis
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Sebagai bagian dari organisasi masyarakat sipil, Lembaga Dayak Panarung (LDP) berperan aktif dalam memperjuangkan hak-hak yang seharusnya diketahui dan diterima oleh masyarakat.
Ikut tergabung di dalam Aliansi Bumi pada akhir April 2011 beberapa penggiat LDP turun ke jalan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan. Berikut salinan berita yang diambil dari koran Kalteng Pos:
Puluhan aktivis dari 10 ormas/ LSM yang menamakan diri Aliansi Bumi mempertanyakan program REDD+. Aliansi yang terdiri atas perwakilan Save of Borneo (SOB), WALHI Kalteng, BEM STIMIK, BEM STAIN, BEM UNKRIP, BEM UNPAR, AMAN Kalteng, Lembaga Dayak Panarung (LDP), KAMMI dan SLANKERS itu menyoal program kerja sama luar negeri yang dianggap belum diketahui masyarakat banyak itu.
Pertanyaan terhadap program kerja sama yang mengantarkan gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, bupati Kapuas H.M. Mawardi dan pejabat lainnya ke Brazil itu disampaikan Kamis (21/4) kemarin saat mereka menggelar aksi dalam rangka hari bumi 2011 di halaman kantor gubernur Kalteng. Para aktivis tersebut juga mempertanyakan keuntungan REDD+ bagi rakyat Kalteng.
Selain mempertanyakan keuntungan progaram REDD+ para aktivis menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, antara lain menuntut penghentian dan pencabutan izin perusahaan yang menimbulkan konflik, menghentikan izin PBS dan tambang bermasalah, menghentikan konversi hutan dan menegakkan hukum di sektor kehutanan.
Mereka menyatakan, beberapa tahun belakangan isu yang banyak dibicarakan oleh para pemerhati lingkungan adalah perubahan iklim. Dalam konteks perubahan iklim, Indonesia termasuk salah satu negara yang akan mengalami kerugian besar.
“Pemerintah harus memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk kawasan kelola rakyat dan melindungi hak dan wilayah kelola masyarakat adat, mengevaluasi kembali izin yang telah dikeluarkan dan melaksanakan moratorium”, kata Anang, seorang aktivis.
Menurut mereka, Kalteng merupakan propinsi terluas ketiga di indonesia. Namun, luas 1,5 kali pulau Jawa dan luas hutan kurang lebih 10 juta hektar ternyata tidak lagi memberi berkah pada masyarakat sekitarnya. Pemerintah menganggap sumber daya alam sebagai modal ekonomi yang tinggi sehingga sewaktu-waktu dapat dieksploitasi atau dikonversi menjadi uang.
Akibatnya, keuntungan besar tidak dinikmati oleh rakyat, namun oleh para investor yang rakus akan kekayaan dengan praktik pengelolaan usaha yang buruk dan tidak jarang menciptakan persoalan di tengah masyarakat.
Para investor diberi fasilitas yang demikian mewah, namun disisi lain rakyat dibiarkan terlunta-lunta dan berjuang sendiri tanpa perhatian. Dilihat secara kasat mata, praktik seperti ini sungguh tidak adil. Saat ini banyak kalangan umum melihat bahwa rakyat telah kehilangan fungsi dan peran pemerintah yang sesungguhnya.
Pernyataan dan tuntutan itu sedianya akan disampaikan kepada gubernur Kalteng, tetapi mereka hanya ditemui kepala biro humas dan protokoler setda Kalteng Drs. Kardinal Tarung.
Sumber: http://ldpborneo.org
SOFT OPENING KPD SWALAYAN
January 26, 2011 by Andreas Saputra
Filed under Info Mitra dan Jaringan
Cita – cita para pendiri untuk memiliki unit usaha sendiri dalam bentuk koperasi sesungguhnya akhirnya bisa terwujud Hal ini diungkapkan oleh ketua Dewan Pengurus CU Betang Asi Dr. Amu Lanu A. Lingu, SE, M.Si saat memberikan kata sambutan pada acara Soft Opening KPD Swalayan pada Senin, 24 Januari 2011.
Amu Lanu yang juga masih aktif sebagai tenaga pengajar di Universitas Palangka Raya juga menyampaikan bahwa Gedung baru ini merupakan semangat dari gerakan Credit Union Betang Asi dalam menggerakan sektor ekonomi dalam bentuk koperasi. Dalam KPD yang terjadi adalah pertemuan antara uang dan barang, sedangkan di Credit Union adalah pertemuan antara uang dan orang. ini yang kemudian membedakan CU dan KPD. KPD merupakan aliran dari pemikiran Robert Owen sementara CU aliran dari pemikiran Raiffeisen.
Sementara ketua pengurus KPD Swalayan, Marchony dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan dibukanya gedung KPD Swalayan yang baru ini diharapkan dapat lebih memacu semangat dan gerakan pemberdayaan ekonomi rakyat di Kalimantan Tengah khususnya bagi anggota CU dan KPD.
Marchony juga menyampaikan bahwa gedung ini dibangun di atas lahan seluas 840 meter persegi dengan masa pembangunan selama sepuluh bulan terhitung dari Pebruari – Nopember 2010 dan telah menelan biaya sebesar Rp. 1 Milyar lebih. Diharapkan dalam bulan Pebruari 2011 ini akan dilakukan Grand Opening dengan mengundang Bpk. A.R Mecer dari Pontianak.
Besarnya dana untuk pembangunan gedung baru dan penyediaan peralatan membuat Amu Lanu perlu mengingatkan kepada para manajemen KPD Swalayan untuk wajib menjaga dan memelihara setiap asset yang dimiliki karena apa yang dimiliki adalah kekayaan yang dikumpulkan dari orang banyak. Selain itu juga dikatakan bahwa wajib bagi para staff untuk masuk jadi anggota KPD sehingga dia akan mempunyai rasa memiliki dan bertanggungjawab pada kelangsungan KPD Swalayan. @nd.






