<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CU Betang Asi</title>
	<atom:link href="http://cubetangasi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cubetangasi.com</link>
	<description>Lembaga Keuangan Masyarakat Dayak</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 01:49:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Gregorius Doni Senun: “CU Sebagai Alat Mengembangkan Kesejahteraan Keluarga”</title>
		<link>http://cubetangasi.com/2012/05/18/gregorius-doni-senun-cu-sebagai-alat-mengembangkan-kesejahteraan-keluarga/</link>
		<comments>http://cubetangasi.com/2012/05/18/gregorius-doni-senun-cu-sebagai-alat-mengembangkan-kesejahteraan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 01:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rokhmondonasis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cubetangasi.com/?p=2360</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman dan kesaksian dari Ambu Naptamis, SH, MH sudah kita simak dalam tulisan terdahulu. Kali ini kami akan menampilkan Gregorius Doni Senun, S.Pd, terkait pengalaman dan kesaksiannya sebagai anggota juga pengurus di CU Betang Asi. Berikut tulisan yang diolah dari hasil wawancara: Pria yang di lahirkan di pulau NTT ini sejak tahun 2003, sudah menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/05/IMG_0166_goris.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2361" title="IMG_0166_goris" src="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/05/IMG_0166_goris-300x297.jpg" alt="" width="210" height="208" /></a>Pengalaman dan kesaksian dari Ambu Naptamis, SH, MH sudah kita simak dalam tulisan terdahulu. Kali ini kami akan menampilkan Gregorius Doni Senun, S.Pd, terkait pengalaman dan kesaksiannya sebagai anggota juga pengurus di CU Betang Asi. Berikut tulisan yang diolah dari hasil wawancara:</p>
<p>Pria yang di lahirkan di pulau NTT ini sejak tahun 2003, sudah menjadi anggota CU Betang Asi. Goris panggilan akrabnya merupakan salah seorang pendiri dari CU yang per April 2012 sudah beranggotakan 27.556 orang.</p>
<p>Periode tahun 2012-2014, Goris dipercaya sebagai sekretaris pengurus. Secara individu ia menjelaskan adanya perubahan yang positip semenjak ia menjadi anggota CU. “Saya selalu termotivasi untuk maju dan bekembang bersama CU”, ungkap pria yang juga sebagai tenaga pendidik di salah satu SMP di kota Palangka Raya.</p>
<p>Pengalaman lain dari segi sosial Goris mengatakan ia dapat mengenal dan bergaul dengan semua lapisan masyarakat, sedangkan dari sisi mental, semenjak tahun 2003 sudah bergelut di dunia Credit Union, ia harus dituntut memiliki kerendahan hati untuk melayani. “Secara spiritual saya dan keluarga lebih banyak bersyukur,” kata pria berkumis ini.</p>
<p>Terkait perubahan dari bidang financial, Goris menjelaskan bahwa dengan adanya CU, ia dan keluarganya mulai terdorong untuk membangun keuangan keluarga sehingga semakin membaik. Tentu ini di pacu dengan perubahan intelektual sehingga untuk peningkatan kemampuan diri dengan terus menerus belajar. Pendapat ini tentu sesuai pada salah satu dari 3 pilar CU yaitu, dimulai, berkembang dan bergantung pada pendididikan sehingga proses belajar tidak pernah berhenti.</p>
<p>Di akhir wawancara Goris berharap, CU dapat dijadikan sebagai sebagai sarana (alat) untuk mengembangkan kesejahteraan keluarga. “Mari kita bersama-sama untuk membangun CU Betang Asi,” pungkasnya kepada penulis.</p>
<p>Sumber berita dan Foto: Rokhmond Onasis</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cubetangasi.com/2012/05/18/gregorius-doni-senun-cu-sebagai-alat-mengembangkan-kesejahteraan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CU BESI dan YTS Lakukan Pendas di Sei Gohong</title>
		<link>http://cubetangasi.com/2012/05/12/cu-besi-dan-yts-lakukan-pendas-di-sei-gohong/</link>
		<comments>http://cubetangasi.com/2012/05/12/cu-besi-dan-yts-lakukan-pendas-di-sei-gohong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 09:54:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rokhmondonasis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Mitra dan Jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cubetangasi.com/?p=2356</guid>
		<description><![CDATA[Bertempat di rumah Agus, desa Sei Gohong, hari Sabtu dan Minggu tanggal 21 – 22  April dilaksanakan Pendidikan Dasar untuk masyarakat yang tinggal di desa Sei Gohong, Tangkiling. Pendas kali ini merupakan Pendas yang ketiga di Sei Gohong dan terlaksana sebagai bagian dari rangkaian kegiatan atas kerjasama yang dilakukan oleh CU Betang Asi dan Yayasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><a href="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/05/cal_yts_2005a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2357" title="cal_yts_2005a" src="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/05/cal_yts_2005a-300x91.jpg" alt="" width="300" height="91" /></a>Bertempat di rumah Agus, desa Sei Gohong, hari Sabtu dan Minggu tanggal 21 – 22  April dilaksanakan Pendidikan Dasar untuk masyarakat yang tinggal di desa Sei Gohong, Tangkiling. Pendas kali ini merupakan Pendas yang ketiga di Sei Gohong dan terlaksana sebagai bagian dari rangkaian kegiatan atas kerjasama yang dilakukan oleh CU Betang Asi dan Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) yang areal kerjanya di daerah Tangkiling dan desa sekitar.</p>
<p>Pendas ini dihadiri oleh 25 orang peserta dari berbagai jenis pekerjaan dan agama. Menariknya dari Pendas ini, peserta semua bersuku Dayak, sehingga dalam memfasilitasi Pendas 2 hari, fasilitator menggunakan bahasa Dayak Ngaju.</p>
<p>Dari analisis sosial yang dilakukan, ternyata ada beberapa peserta yang pernah menabung di lembaga keuangan tertentu, yang ada tabungannya bukannya betambah, namun makin berkurang. Mereka baru tahu kalau ada yang namanya pajak atas bunga tabungan dan administrasi bulanan melalui Pendas ini. Bahkan ada peserta yang menyampaikan bahwa mereka pernah pinjam di lembaga keuangan tertentu, pinjaman mereka tertunggak selama beberapa bulan, padahal rutin membayar tiap bulan. Ketika ditelusuri di mana masalahnya, jawaban dari lembaga keuangan tersebut, pegawai yang mengurusnya berganti, jadi tidak punya data bahwa pinjaman sudah dibayar.</p>
<p>Ada juga peserta yang punya pinjaman di koperasi harian walau bayarnya ringan tiap hari, namun ini membuat gali lobang tutup lobang, karena keuntungan yang di dapat tidak sempat berputar untuk jadi tambahan modal karena dipakai untuk bayar pinjaman harian. Kadang kadang bila keuntungan sedikit, tidak cukup untuk bayar cicilan harian, akhirnya mengambil  dari modal untuk membayarnya.</p>
<p>Penyakit sosial yang cukup memprihatinkan di Sei Gohong adalah anak-anak muda mulai kenal narkoba dan minuman keras. Ada yang mengancam akan membunuh orangtuanya  atau membakar rumah jika mereka minta uang tidak diberi.</p>
<p>Melalui Pendas ini, peserta Pendas menyampaikan bahwa ketika dapat uang harus bijaksana menggunakannya dan pintar menabung, agar jika ada kesulitan keuangan di kemudian hari, dapat mengambil tabungan untuk mengatasinya.</p>
<p>Sumber: Sepmiwawalma, penggiat di CU Betang Asi</p>
<p>Sumber Gambar: http://www.enricosoekarno.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cubetangasi.com/2012/05/12/cu-besi-dan-yts-lakukan-pendas-di-sei-gohong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Kader Rakyat Dasar (PKRD)</title>
		<link>http://cubetangasi.com/2012/05/09/pendidikan-kader-rakyat-dasar-pkrd/</link>
		<comments>http://cubetangasi.com/2012/05/09/pendidikan-kader-rakyat-dasar-pkrd/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 08:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rokhmondonasis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Mitra dan Jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cubetangasi.com/?p=2351</guid>
		<description><![CDATA[Sejak tanggal 2 hingga 5 Mei 2012 di Aula Bapelkes Palangka Raya WALHI Kalteng melaksanakan Kegiatan Pendidikan Kader Rakyat Dasar (PKRD). Dalam kegiatan selama 4 (empat) hari ini melibatkan peserta dari beberapa lembaga anggota WALHI Kalteng, organisasi mahasiswa, serta masyarakat dari Desa Biru Maju dari kabupaten Kotawaringin Timur. Sambutan pada pembukaan kegiatan di sampaikan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><a href="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/05/Black-Unity-Fist1.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2352" title="Black-Unity-Fist1" src="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/05/Black-Unity-Fist1-300x269.jpg" alt="" width="183" height="164" /></a>Sejak tanggal 2 hingga 5 Mei 2012 di Aula Bapelkes Palangka Raya WALHI Kalteng melaksanakan Kegiatan Pendidikan Kader Rakyat Dasar (PKRD). Dalam kegiatan selama 4 (empat) hari ini melibatkan peserta dari beberapa lembaga anggota WALHI Kalteng, organisasi mahasiswa, serta masyarakat dari Desa Biru Maju dari kabupaten Kotawaringin Timur.</p>
<p>Sambutan pada pembukaan kegiatan di sampaikan oleh Ario Rompas selaku direktur WALHI Kalteng.  Disampaikannya bahwa “Kegiatan PKRD ini suatu kewajiban bagi WALHI untuk memberikan  perluasan tentang ke-WALHI-an kepada para kader-kadernya yang fokus tentang pendidikan rakyat dan advokasi lingkungan,” kata Rio panggilan akrabnya.</p>
<p>Rio mengharapkan materi yang didapatkan dapat dipraktekkan di lapangan, agar menambah pengalaman peserta tentang gerakan rakyat. Dalam materi yang disampaikan, selain dari Rio di bantu oleh Fandy dan Aryo dari WALHI Kalteng, serta Ahmad, SH dari WALHI nasional.</p>
<p>Materi hari  pertama di sampaikan oleh Ario Rompas dan Fandy, yang menyampaikan pengantar filsafat  berisi membongkar alam pikir peserta, ke-WALHI-an dan politik agraria. Dilanjutkan pada hari yang kedua hingga hari terakhir dilanjutkan oleh Ahmad, SH dan Aryo yang banyak mengupas beberapa materi.</p>
<p>Salah satu bagian dari materi yang disampaikan adalah  tentang gerakan massa demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Demokrasi serta sejarah masyarakat Indonesia. Setelah penyampaian materi, peserta diajak untuk membuat suatu rencana tindak lanjut (RTL).</p>
<p>RTL ini akan menjadi langkah awal para peserta untuk mempraktekkan ilmu di masyarakat, yang sudah di dapatkan selama pendidikan tersebut.</p>
<p>Sumber: http://www.facebook.com/groups/114634411911190/doc/383069495067679/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cubetangasi.com/2012/05/09/pendidikan-kader-rakyat-dasar-pkrd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yepta Diharja : Gerakan CU di wilayah Gunung Mas, akan betul-betul menjadi &#8220;Gunung Mas&#8221; bagi masyarakatnya.</title>
		<link>http://cubetangasi.com/2012/05/01/yepta-diharja-gerakan-cu-di-wilayah-gunung-mas-akan-betul-betul-menjadi-gunung-mas-bagi-masyarakatnya/</link>
		<comments>http://cubetangasi.com/2012/05/01/yepta-diharja-gerakan-cu-di-wilayah-gunung-mas-akan-betul-betul-menjadi-gunung-mas-bagi-masyarakatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 11:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yepta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cubetangasi.com/?p=2333</guid>
		<description><![CDATA[Gunung Mas memiliki sumber daya alam yang menjanjikan bagi masyarakatnya, tetapi sangat disayangkan hasil yang diperoleh tidak mampu memperlihatkan perubahan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.  Hal ini disebabkan prilaku konsumtif masyarakat yang begitu dominan dalam mempengaruhi diri dan pola pikir masyarakat Gunung Mas.    Credit Union (CU) Betang Asi masuk di wilayah kabupaten Gunung Mas kurang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/05/Photo_00005.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2334" title="Photo_00005" src="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/05/Photo_00005.jpg" alt="" width="261" height="272" /></a>Gunung Mas memiliki sumber daya alam yang menjanjikan bagi masyarakatnya, tetapi sangat disayangkan hasil yang diperoleh tidak mampu memperlihatkan perubahan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.  Hal ini disebabkan prilaku konsumtif masyarakat yang begitu dominan dalam mempengaruhi diri dan pola pikir masyarakat Gunung Mas.  <strong> </strong></p>
<p>Credit Union (CU) Betang Asi masuk di wilayah kabupaten Gunung Mas kurang lebih delapan tahun yang telah lalu, mulai dari wilayah kecamatan Sepang, kemudian masuk ke wilayah Kuala Kurun dan wilayah Rungan &#8211; Manuhing.  Berawal dari keyakinan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas, sedikit demi sedikit dari hilir sampai ke hulu keberadaan CU sudah mulai dirasakan ditengah-tengah kehidupan masyarakat khususnya di Kabupaten Gunung Mas.</p>
<p>Sebagaimana visinya Credit Union berbasis masyarakat Dayak yang terpercaya, abadi dan terbesar di Kalimantan Tengah.  Keberadaan CU bisa dijadikan alat untuk memperkuat dan memberdayakan sosiali &#8211; ekonomi masyarakat lokal agar dapat mandiri, mampu hidup dan bersaing ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, dan persaingan di era teknologi sekarang ini.</p>
<p><strong>Gerakan CU di wilayah Gunung Mas, akan betul-betul menjadi &#8220;Gunung Mas&#8221; bagi masyarakatnya, kata Yepta Diharja, SP. (Manager CU Betang Asi TP. Betang Batarung &#8211; Kuala Kurun)</strong>, paling tidak dengan masuknya CU ditengah-tengah kehidupan masyarakat dapat merubah sedikit demi sedikit  pola pikir dan pola hidup masyarakat untuk lebih produktif dalam memanfaatkan hasil suber daya alam yang diperoleh mereka.</p>
<p>Suksesnya gerakan CU ini dapat dilihat dari pertumbuhan anggota dan nilai asset yang terus meningkat dari waktu ke waktu.  Sampai sekarang ini jumlah anggota CU di wilayah kabupaten Gunung Mas mencapai kurang lebih 10.000 orang dengan nilai asset yang signfikan ini berarti bahwa dengan semakin banyaknya masyarakat Gunung Mas yang bergabung menjadi anggota CU dengan memiliki simpanan di CU, maka gerakan CU betul-betul memperlihatkan kepada masyarakat bahwa melalui CU masyarakat bisa melihat hasil kerjanya dan melalui CU masyarakat khususnya anggota dapat sedikit demi sedikit merubah pola pikir konsumtif menjadi produktif dan melalui CU anggota dapat memenuhi kebutuhan kesejahteraan dan jaminan masa depan mereka.</p>
<p>Gerakan CU tidak bisa hanya dipandang dari sisi bisnisnya saja (pinjaman), tetapi gerakan CU merupakan gerakan menyeluruh yang memperhatikan kehidupan masa sekarang dan masa yang akan datang bahkan sampai mati.  Oleh sebab itu gerakan CU perlu komitmen yang sungguh-sungguh dari anggotanya.</p>
<p>Dukungan semua pihak terhadap gerakan CU di wilayah kabupaten Gunung Mas sangat membantu masyarakat yang berada di lumbung emas ini agar bisa berada di atas taraf hidup sejahtera.  Sehingga Gunung Mas betul-betul menjadi &#8220;Gunung Mas&#8221; bagi masyarakat kabupaten Gunung Mas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cubetangasi.com/2012/05/01/yepta-diharja-gerakan-cu-di-wilayah-gunung-mas-akan-betul-betul-menjadi-gunung-mas-bagi-masyarakatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambu Naptamis: “CU Menumbuhkan  Kecerdasan Financial dan Mental Kewirausahaan”</title>
		<link>http://cubetangasi.com/2012/04/29/ambu-naptamis-cu-menumbuhkan-kecerdasan-financial-dan-mental-kewirausahaan/</link>
		<comments>http://cubetangasi.com/2012/04/29/ambu-naptamis-cu-menumbuhkan-kecerdasan-financial-dan-mental-kewirausahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 14:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rokhmondonasis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cubetangasi.com/?p=2328</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa bulan ke depan kami akan menampilkan tulisan terkait pengalaman dan kesaksian dari pengurus, pengawas dan penasehat CU Betang Asi. Dimulai dari ketua pengurus terpilih 2012-2014, Ambu Naptamis, SH, MH. Berikut tulisannya: Ambu Naptamis, pria bertubuh tinggi besar  ini, merupakan pionir lahirnya CU Betang Asi Palangka Raya. Menjelang tahun 2000-an Ambu Naptamis yang merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><a href="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/04/276025_1729698995_1396945832_n1.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2329" title="276025_1729698995_1396945832_n1" src="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/04/276025_1729698995_1396945832_n1-174x300.jpg" alt="" width="162" height="280" /></a>Dalam beberapa bulan ke depan kami akan menampilkan tulisan terkait pengalaman dan kesaksian dari pengurus, pengawas dan penasehat CU Betang Asi. Dimulai dari ketua pengurus terpilih 2012-2014, Ambu Naptamis, SH, MH. Berikut tulisannya:</p>
<p>Ambu Naptamis, pria bertubuh tinggi besar  ini, merupakan pionir lahirnya CU Betang Asi Palangka Raya. Menjelang tahun 2000-an Ambu Naptamis yang merupakan pendiri sekaligus aktivis Yayasan Dayak Panarung <em>(Sekarang Lembaga Dayak Panarung),</em> bersama rekan rekan aktivis lainnya yang bergabung di Lembaga Dayak Panarung (LDP) tempat mereka berkarya, sudah menggagas kelahiran CU. Di LDP mereka membentuk CU Panarung yang beranggotakan 71 orang.<em></em></p>
<p>Bulan April tahun 2002 LDP mendapat kunjungan dari CCFD Paris, Perancis. Kunjungan CCFD ini, didampingi oleh Stefanus Djuweng dari Segerak, Pontianak, Kalimantan Barat. Pada saat itulah bersama Stefanus Djuweng, di diskusikan secara serius soal bagaimana mengelola CU yang standar seperti yang ada di Kalimantan Barat. Memang saat itu CU di Kalbar, telah banyak melahirkan cerita sukses baik dalam hal pengembangan dan pelayanan.</p>
<p>Pasca pertemuan di bulan April 2002, menyusul salah satu aktivis LDP berkesempatan mengikuti kegiatan di Pontianak, Kalbar, maka semakin seriuslah diskusi soal bagaimana mendirikan dan mengelola CU yang ideal. November 2002, Matheus Pilin dari Segerak, Pontianak, Kalbar melakukan assesment  ke Kalteng yang didampingi oleh Ambu Naptamis.</p>
<p>Hasil dari assesment ini bersama tokoh gereja Katolik, tokoh gereja GKE, CU Balawa Asi, KSU Sinar Kasih dan KSU Sangkuwong, LDP membentuk panitia kecil untuk persiapan SP CU yang dilaksanakan bulan Februari 2003. Hasilnya lahirlah CU Betang Asi yang operasionalnya di buka pada tanggal 26 Maret 2003.</p>
<p>Menurut ayah 3 orang anak ini, kehadiran CU secara pribadi dan keluarga sangat berpengaruh, terutama berkaitan dengan perencanaan keuangan keluarga. Perencanaan keuangan keluarga tersebut, dipraktekkan melalui sarana dan pelayanan yang ada di CU. Selain itu tumbuh juga jiwa kewirausahaan. “Yang dulunya belum terpikirkan untuk berwirausaha, dengan adanya CU jadi terinspirasi untuk menciptakan atau mendirikan usaha, dengan demikian berarti membuka lapangan pekerjaan baru,” ungkap Ambu.</p>
<p>Di periode kepengurusan 2012 – 2014 ini, Ambu Naptamis dipercayakan sebagai Ketua Pengurus, terkait dampak ber-CU Ambu mengatakan semakin menumbuhkan kesadaran financial dan juga berdampak  secara spiritual. Kita semakin yakin pentingnya semangat kebersamaan dan saling percaya serta arti pentingnya kejujuran. Secara sosial terbangun rasa percaya diri secara kolektif, bahwa rakyat mampu mengorganisir diri dan membangun lembaga pemberdayaan dari oleh dan untuk.</p>
<p>Suami dari Mastuati ini juga menekankan bahwa secara intelektual, CU dapat memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada anggota CU itu sendiri, maupun pihak lain bahwa bangun usaha koperasi mampu dan dapat berkembang, seperti apa yang menjadi harapan dan cita cita terhadap koperasi.</p>
<p>Mengakhiri perbincangannya, Ambu Naptamis berharap agar CU mampu dan dimampukan untuk berkembang dan diterima semua pihak/ kalangan, sebagai sokoguru ekonomi dengan tidak meninggalkan jiwa, semangat, nilai nilai, serta prinsip gerakan koperasi yang universal.</p>
<p>Sumber tulisan: Sepmiwawalma, penggiat CU</p>
<p>Sumber foto: http://profile.ak.fbcdn.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cubetangasi.com/2012/04/29/ambu-naptamis-cu-menumbuhkan-kecerdasan-financial-dan-mental-kewirausahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CU Merubah Ekonomi Keluarga</title>
		<link>http://cubetangasi.com/2012/04/11/cu-merubah-ekonomi-keluarga/</link>
		<comments>http://cubetangasi.com/2012/04/11/cu-merubah-ekonomi-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 11:18:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rokhmondonasis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cubetangasi.com/?p=2312</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai Lembaga Keuangan Masyarakat Dayak yang ada di Kalteng, keberadaan Credit Union       (CU) dinilai positif dalam membantu perekonomian masyarakat. Bergabung menjadi anggota Credit Union berarti merubah hidup. Demikian ungkapan Bernadinus Imang warga Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Kalteng. Pria 33 tahun dengan Nomor angggota BA. 100.469 di Tempat Pelayanan Batu Lampang Telok ini menambahkan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><a href="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/04/Untitled3.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2313" title="Untitled3" src="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/04/Untitled3.jpg" alt="" width="193" height="252" /></a>Sebagai Lembaga Keuangan Masyarakat Dayak yang ada di Kalteng, keberadaan Credit Union       (CU) dinilai positif dalam membantu perekonomian masyarakat. Bergabung menjadi anggota Credit Union berarti merubah hidup. Demikian ungkapan Bernadinus Imang warga Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Kalteng.</p>
<p>Pria 33 tahun dengan Nomor angggota BA. 100.469 di Tempat Pelayanan Batu Lampang Telok ini menambahkan, dengan adanya Credit Union, mampu membantu masyarakat luas terutama masyarakat Dayak yang berada di daerah pedesaan. “Menabung di lembaga Credit Union benar-benar bermanfaat dan menolong diri sendiri dan keluarga kita, sangatlah berbeda dengan lembaga keuangan lainnya,” ujar Imang sapaan akrab Bernadinus.</p>
<p>Ayah dua anak ini menuturkan, pada awal di bukanya Credit Union Betang Asi Tempat Pelayanan Batu Lampang Telok, ditambah dengan mendengar penjelasan aktivis CU pada September 2003 lalu, ia, istri dan anaknya langsung bergabung menjadi anggota CU.</p>
<p>Di Tempat Pelayanan Batu Lampang Telok inilah, Imang sudah beberapa kali memanfaatkan produk pinjaman. Pinjaman awal sebesar Rp. 1.000.000-, untuk kapitalisasi menambah tabungan, sedangkan pinjaman kedua sebesar simpanan untuk membeli 4 ekor anak sapi untuk menambah  investasi, pinjaman ke tiga sebesar Rp. 60.000.000,- untuk menambah modal usaha beli karet.</p>
<p>Berkat semangat dan kegigihan dalam menjalankan usahanya, kini ayah dua anak ini sudah merasakan hasilnya, selain usaha beli karet, Imang juga mempunyai usaha penyeberangan fery (Getek) di Desa Telok dengan 3 orang karyawan, sehingga pendapatan rata-rata sehari bisa mencapai Rp. 800.000,-bahkan bisa sampai dengan  Rp. 1.500.000,-.</p>
<p>“Karena CU saya mampu mengembangkan asset berupa tabungan, kendaraan, ternak sapi, serta usaha produktif, saya benar-benar merasakan manfaatnya sehingga usaha yang saya jalankan berjalan dengan lancar dan berkembang dengan pesat,” ungkap Imang dengan nada senang.</p>
<p>Terkait kekurangan menjadi anggota CU, Imang mengatakan, tidak ada kekurangan dan kerugian yang anggota dapatkan, bahkan setiap waktu investasi anggota terus bertambah selama menabung di CU. “Kalau menabung di CU mendapatkan masa depan yang cerah, jaminan hari tua dan masa depan anak,” tutur Imang.</p>
<p>“Jadilah anggota yang baik, rajin menabung dan membayar angsuran, karena Credit Unionlah masa depan kita bisa terwujud,” pungkas Imang kepada penulis.</p>
<p>Sumber tulisan dan foto: Yosi Monalisa, kontributor TP BL.</p>
<p>Keterangan foto: Bernardinus Imang saat di atas getek</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cubetangasi.com/2012/04/11/cu-merubah-ekonomi-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Theodor: “Saya Kolektor Paling Tua”</title>
		<link>http://cubetangasi.com/2012/04/11/theodor-saya-kolektor-paling-tua/</link>
		<comments>http://cubetangasi.com/2012/04/11/theodor-saya-kolektor-paling-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 10:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rokhmondonasis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cubetangasi.com/?p=2309</guid>
		<description><![CDATA[Ditemui di rumahnya Theodor (64) yang sering di panggil  Bapa Bambut, menerima penulis dengan hangat. “Awalnya saya mengetahui CU pada tahun 2006 dari  saudara ipar saya, Kristian Kalo yang sudah almarhum,” ungkap Theodor di kampung Kayu Bulan. Berikutnya Theodor bercerita, Desember 2006 lalu, ada dilaksanakan Pendas di Pujon, di rumah Kristian Kalo, karena tertarik dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/04/THEODOR.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2310" title="THEODOR" src="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/04/THEODOR.jpg" alt="" width="235" height="205" /></a></strong>Ditemui di rumahnya <strong>Theodor</strong> (64) yang sering di panggil  Bapa Bambut, menerima penulis dengan hangat. “Awalnya saya mengetahui CU pada tahun 2006 dari  saudara ipar saya, Kristian Kalo yang sudah almarhum,” ungkap Theodor di kampung Kayu Bulan.</p>
<p>Berikutnya Theodor bercerita, Desember 2006 lalu, ada dilaksanakan Pendas di Pujon, di rumah Kristian Kalo, karena tertarik dengan CU saya mengajak F. Ali Suling, Hardiwel, Unan dan Rusdiana untuk ikut Pendas di Pujon dengan biaya sendiri. “Kami berangkat ke Pujon menggunakan taksi motor. Waktu itu tarif taksi motor 40 ribu per-orang. Namun itu tidak jadi masalah buat kami. Peserta Pendas waktu itu, sekitar 35 orang, yang terdiri dari masyarakat Kayu Bulan, Pujon, Marapit dan Tapen,” jelas pria yang mengaku sebagai kolektor paling tua di CU BESI.</p>
<p>“Saat pendas itulah saya menanyakan ke Gregorius Doni Senun sebagai fasilitator apakah dapat melaksanakan Pendas di Kayu Bulan?,” kata Theodore. Dijawab kalau bisa mengumpulkan minimal 25 orang di Kayu Bulan, maka akan dilaksanakan Pendas di Kayu Bulan.</p>
<p>Selanjutnya, pulang pendas, saya bawa buku materinya dan Poljak. Buku Materi dan Poljak itu saya beri ke Gerfrit Sihen sehari-hari disapa Bapa Tuja.  Dengan rasa percaya Gerfrit ke Palangka Raya, lalu menabung 50 juta di CU.</p>
<p>Pulang dari Palangka Raya, Gerfrit menemui saya dan menyampaikan sudah jadi anggota CU Palangka Raya dan mau ikut Pendas di Kayu Bulan. Dari target minimal 25 orangpun sudah terkumpul dan jadwal Pendas sudah dibuat, saya sampaikan ada Pendas di Kayu Bulan, pada bulan April 2007. “Nah, saat Pendas bulan April inilah saya ditunjuk untuk  jadi Kolektor di Kayu Bulan,” ungkap Theodor.</p>
<p>Menurut suami dari Lida dan ayah 9 anak ini, menjadi kolektor saat itu, banyak suka dukanya. Untuk tahap awal antar tabungan maupun setoran anggota masih ke Timpah. Jalan yang belum baik kadangkala menjadi penghalang perjalanan. Ada perasaan was-was, karena kita bawa uang orang. Namun semuanya sudah terlewati dan menjadi kenangan yang indah.</p>
<p>“Sekarang anggota semakin bertambah, pertumbuhan anggota makin meningkat, menyusul salah satu anggota pinjam di CU dan dicairkan 200 juta juga ada lagi anggota pinjam 250 juta juga di cairkan,” kata pria dengan nomor buku anggota 106.766.</p>
<p>Kemudian, ada anggota di Kayu Bulan yang stroke dan pinjaman sebesar 75 juta dihapus. Semua ini menambah keyakinan masyarakat pada CU. Dibalik itu semua, ada yang saya sesali, mungkin karena tidak mengerti, walau sudah dijelaskan berulang ulang, ada juga anggota yang keluar. Belum sampai sebulan setelah keluar jadi anggota CU, dia meninggal dunia. Sehingga CU tidak bisa berbuat apa apa.</p>
<p>Bapak yang lahir di Kayu Bulan, 28 Agustus 1948 ini, sudah meminjam di CU bulan Agustus 2009 lalu, sebesdar 40 juta, untuk beli kebun karet. Hasil tiap hari rata-rata 25 kg. Sisanya untuk modal saya jual sembako di rumah. Dari pengamatan penulis, sembako yang dijual,  jadi langganan para penambang emas (baca tukang sedot emas).</p>
<p>Kakek 17 orang cucu ini berharap, masyarakat jangan menunda jadi anggota CU. “Jangan menunggu uang banyak, apalagi sekarang menjadi anggota baru, semua dengan Pinjaman Kapitalisasi. Tidak ada alasan tidak ada uang untuk jadi anggota. Semua tergantung pada kita, kita yang mengatur keuangan,” pungkasnya kepada penulis.</p>
<p>Sumber tulisan dan foto: Sepmiwawalma, penggiat CU Betang Asi</p>
<p>Keterangan foto: <strong>Theodor, </strong>Kolektor CU di Kayu Bulan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cubetangasi.com/2012/04/11/theodor-saya-kolektor-paling-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jumrit K. Abes: “Menyesal Menunda Masuk CU”</title>
		<link>http://cubetangasi.com/2012/04/06/jumrit-k-abes-menyesal-menunda-masuk-cu/</link>
		<comments>http://cubetangasi.com/2012/04/06/jumrit-k-abes-menyesal-menunda-masuk-cu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2012 08:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rokhmondonasis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cubetangasi.com/?p=2304</guid>
		<description><![CDATA[“Saya menyesal 2 tahun menunda jadi anggota CU setelah ikut pendidikan dasar di Pujon, karena menunggu uang cukup,” ungkap Jumrit K. Abes (32) kolektor desa Marapit membuka perbincangan kepada penulis. Lebih jauh Jumrit menerangkan, saya menunda bukan karena tidak mengerti tentang CU, karena waktu ikut pendididikan dasar saya mendapatkan informasi tentang CU sangat jelas. Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><a href="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/04/jumrit.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2305" title="jumrit" src="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/04/jumrit-222x300.jpg" alt="" width="206" height="279" /></a>“Saya menyesal 2 tahun menunda jadi anggota CU setelah ikut pendidikan dasar di Pujon, karena menunggu uang cukup,” ungkap <strong>Jumrit K. Abes</strong> (32) kolektor desa Marapit membuka perbincangan kepada penulis.</p>
<p>Lebih jauh Jumrit menerangkan, saya menunda bukan karena tidak mengerti tentang CU, karena waktu ikut pendididikan dasar saya mendapatkan informasi tentang CU sangat jelas. Saya menunda karena tidak mau pinjam kapitalisasi untuk jadi anggota, maunya dengan uang tunai.</p>
<p>Ditambahkannya, tahun 2007 ia mengikuti pendidikan dasar, baru tahun 2009 menjadi anggota CU dengan cara pinjam kapitalisasi. Selama 2 tahun menunda, selalu tidak cukup uang tunai yang ia dapatkan untuk bisa menjadi anggota CU. Jumrit akhirnya menyesal karena tidak memulainya di tahun 2007 dengan pinjam kapitalisasi untuk jadi anggota. Toh, ketika ia masuk CU di tahun 2009 secara kapitalisasi 5 juta dengan jangka waktu 6 bulan pinjaman sudah dilunasi.</p>
<p>Dilatar belakangi pengalamannya, sekarang ia selalu memotivasi calon anggota kalau tidak punya uang tunai, masuk saja dengan cara pinjaman kapitalisasi. Ketika kita sudah pinjam, justru menyemangati kita untuk giat bekerja, karena kita merasa ada kewajiban yang harus di bayar kata ayah 2 orang anak ini.</p>
<p>Sejak diresmikan menjadi TPK Pujon ia dipercaya sebagai pengumpul (baca kolektor) di desa Marapit yang melayani 60 orang anggota. Ia berpendapat CU tidak hanya tempat menabung, tapi juga meminjam.</p>
<p>Terkait pengalaman meminjam dan menabung Jumrit menceritakan pada pertama kali meminjam untuk modal usaha sebesar 25 juta tunai, dari usaha yang telah dilakukan sekarang hanya tersisa 3 juta dari pinjamannya, tabungannyapun terus bertambah. “Bahkan insentif saya sebagi kolektor tidak pernah saya pakai, semuanya di tampung di Manda Mandau, nanti kalau ada kebaktian atau Natal baru saya ambil,” jelasnya.</p>
<p>Berbicara kemungkinan orang lambat menjadi anggota CU menurut Jumrit, karena tidak semuanya cepat memahami CU. Ada ketakutan uangnya hilang, ada juga yang langsung mau minjam cair (baca bawa uangnya pulang) atau karena tidak punya waktu ikut pendidikan dasar.</p>
<p>Jumrit menegaskan kalau soal uang belum cukup untuk menjadi anggota pinjam kapitalisasi saja, sedangkan untuk orang tua yang mau anaknya jadi anggota, karena anak dibawah umur tidak boleh pinjam, simpan saja dulu uangnya di Tabungan Anak Sekolah (TAS) tiap bulan dapat bunga yang cukup, kalau sudah cukup ditarik, lalu dipindahkan ke buku anggota. “Selalu ada jalan keluarnya kalau bersama CU,” kata Jumrit.</p>
<p>Jumrit menyadari mungkin kekurang-mampuannya untuk menjelaskan pada anggota, sehingga sebagian dari mereka belum mengerti juga. Namun ia tetap yakin ada waktunya para calon-calon anggota akan mengerti.</p>
<p>Jumrit berharap anggota dapat menggunakan produk yang ada di CU sehingga bisa mengubah pola hidup yang boros. “Ke depan ada usaha yang tetap tidak hanya bergantung pada alam, tunjukkan perbedaan bahwa kita anggota CU. Sebagai anggota CU kita punya rumah, punya usaha, anak bisa sekolah, karena bagi saya hanya CU harapan baik tempat pinjam untuk keperluan apapun agar kesejahteraan tercipta,” kata Jumrit.</p>
<p>Menyinggung pensiun saat tua, Jumrit mengatakan, sebagai orang swasta tidak ada tempat bergantung selain CU, kalau mau pensiun saya siapkan tabungan agar kelak saya nikmati pensiun dari bunga tabungan saya di CU, pungkasnya kepada penulis.</p>
<p>Sumber berita dan foto: Sepmiwawalma, penggiat CU Betang Asi.</p>
<p>Keterangan Foto: <strong>Jumrit K. Abes</strong> (32) kolektor desa Marapit</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cubetangasi.com/2012/04/06/jumrit-k-abes-menyesal-menunda-masuk-cu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Tahun CU BESI : Dua Tangis, 2 Rasa, Ribuan Tawa dan Harapan</title>
		<link>http://cubetangasi.com/2012/03/27/9-tahun-cu-besi-dua-tangis-2-rasa-ribuan-tawa-dan-harapan/</link>
		<comments>http://cubetangasi.com/2012/03/27/9-tahun-cu-besi-dua-tangis-2-rasa-ribuan-tawa-dan-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 13:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rokhmondonasis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini dan Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cubetangasi.com/?p=2293</guid>
		<description><![CDATA[Aksi, refleksi, aksi adalah bagian dari pertumbuhan CU Betang Asi hingga mencapai usia 9 tahun. Sebagai salah satu bagian dari refleksinya berikut catatan yang dibuat oleh Sepmiwawalma, penggiat sekaligus sekretaris pengelola website cubetangasi.com: Palangka Raya, menyambut ULTAH CU BESI ke-9, Senin, 26 Maret 2012 Senin, 26 Maret 2012. Genap 9 tahun usiamu  CU Betang Asi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/03/happy_9th_birthday_card-p137752872602114305z85g9_400.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2294" title="happy_9th_birthday_card-p137752872602114305z85g9_400" src="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/03/happy_9th_birthday_card-p137752872602114305z85g9_400-300x300.jpg" alt="" width="208" height="208" /></a>Aksi, refleksi, aksi adalah bagian dari pertumbuhan CU Betang Asi hingga mencapai usia 9 tahun. Sebagai salah satu bagian dari refleksinya berikut catatan yang dibuat oleh Sepmiwawalma, penggiat sekaligus sekretaris pengelola website cubetangasi.com:</p>
<p>Palangka Raya, menyambut ULTAH CU BESI ke-9, Senin, 26 Maret 2012</p>
<p>Senin, 26 Maret 2012. Genap 9 tahun usiamu  CU Betang Asi.</p>
<p>Baru 9 tahun usiamu ataukah sudah 9 tahun usiamu? Baru atau sudah tentu bermakna bagimu. <em>Betapa relatifnya ukuran waktu dan usia…</em></p>
<p>Mewarnai 9 tahun  usiamu. Pernah ada dua tangis singgah di sisimu, 2 rasa tersaji di hadapanmu, namun ada ribuan tawa menyertai langkahmu.</p>
<p><strong>Dua Tangis, 2 Rasa.</strong></p>
<p>Selasa, 9 Agustus 2011, si jago merah melahap habis markasmu di Tumbang Sangai.</p>
<p>Memasuki 3 bulan perjalananmu melewati badai. Selasa, 1 November 2011, Nakodamu DR. Amu Lanu A. Lingu, SE, M.Si kembali ke Pangkuan sang Pencipta Pemilik Semesta. <em>Betapa relatifnya jarak…</em></p>
<p>Inilah realita, ada 2 rasa tersaji di hadapanmu.</p>
<p>Ada anggota yang masuk, namun ada juga yang keluar.</p>
<p>Ada yang lahir, ada juga yang meninggal.</p>
<p>Ada yang puas, ada yang kecewa. Ada yang sedih namun ada juga yang gembira.</p>
<p>Ada yang usahanya sukses, ada yang gagal. Ada yang lancar, ada yang macet.</p>
<p>Ada yang baru, ada yang lama. Ada yang berhenti, ada juga yang meneruskan.</p>
<p>Ada yang banyak, ada yang sedikit. Ada yang besar pinjamannya, ada yang kecil, sesuai keperluan dan kemampuannya.</p>
<p>Ada yang mengerti, ada juga yang bingung.</p>
<p>Ada yang marah, ada yang senang.</p>
<p>Ada yang berkeras hati, ada yang sadar.</p>
<p>Ada kelebihan, namun ada juga kekuranganmu.</p>
<p>Kelebihanmu teruslah dipertahankan. Agar dirimu menjadi tempat yang menyenangkan.</p>
<p>Tingkatkan kualitasmu, sehingga mampu merebut perhatian dan rasa hormat dari banyak orang.</p>
<p>Benahi segala kekuranganmu, agar semakin elok dipandang mata dan nyaman bagi jiwa.</p>
<p><strong>Semuanya Relatif&#8230;</strong></p>
<p>Semua ada waktunya&#8230;ada pergantian pengurus, ada pergantian manajemen, ada kantor baru, ada renovasi kantor.</p>
<p>Sebuah tempat memang bisa jadi apa saja bergantung yang mengisinya. <em>Betapa relatifnya tempat…</em></p>
<p>Sedih, senang, ketawa, menangis, semua bergantung suasana jiwa. Sang pemilik jiwalah yang berkuasa mengontrol suasana jiwanya.</p>
<p>Mau dibuat sedih atau mau dibuat gembira. Mau menangis atau tertawa. Semua bisa. <em>Betapa relatifnya jiwa…</em></p>
<p>Ada yang bilang sudah banyak  yang telah dilakukan. Anggota banyak, aset, staf, fasilitas, tempat pelayanan bertambah, banyak yang sudah sejahtera dan kredit macet turun.</p>
<p>Banyak juga yang mengatakan, masih terlalu sedikit yang diperbuat.</p>
<p>Bunga pinjaman terlalu tinggi, proses pinjaman berbelit-belit, belum ada ATM, pelayanan lambat dan tidak ramah, kantor sesak. Butuh kearifan memaknainya&#8230;<em>Betapa relatifnya kepuasan…</em></p>
<p>Ada yang menyanjungmu, ada yang di untungkan oleh pelayananmu.  Namun masih ada yang meragukanmu, ada yang meremehkanmu, ada yang membencimu, tak perlu marah, buktikan saja bahwa pada saatnya, ada pengakuan bahwa mereka keliru menilaimu. <em>Betapa relatifnya percaya&#8230;</em></p>
<p>Hadapilah perubahan. Sabarlah untuk mewujutkan kesuksesanmu. Carilah solusi jangka pendek dan berpikirlah akan dampak jangka panjang bagi keberlanjutanmu. Abaikan yang membuatmu berkecil hati. <em>Betapa relatifnya fokus</em>&#8230;</p>
<p>Yang datang padamu beragam warna. Ada yang menyedihkan, ada yang membanggakan. Ada yang kecewa dan pergi darimu, namun ada yang tetap setia bersamamu, walau pernah kecewa. <em>Betapa relatifnya rasa dan kesetiaan&#8230;</em></p>
<p>Ada sedih, ada duka, ada tawa, ada gembira, ada yang kekurangan uang, ada yang berkelebihan uang , yang menjumpaimu. <em>Betapa relatifnya uang…</em></p>
<p>Beragam persoalan menyapamu. Ada yang harus cepat diatasi, ada yang memerlukan waktu untuk diatasi. Memang tidak mudah mencari jalan cepat untuk mengatasi persoalan. Tak jarang muncul persoalan yang sulit untuk dipecahkan. <em>Betapa relatifnya kecepatan&#8230;</em></p>
<p>Dalam banyak kesempatan bertemu dalam ruang rapat, ada ide yang disampaikan dengan jenaka, marah, tenang, menyejukkan, pesimis, optimis, ini bisa menjadi hiburan yang menyenangkan, menegangkan, mencengangkan, melegakan sekaligus bahkan membuat galau. <em>Betapa relatifnya cara&#8230;</em></p>
<p>Inilah catatan proses  membesarkanmu, yang harus di isi lembar demi lembar dalam buku perjalananmu. Ada yang harus di arahkan. Ada yang perlu diberi peringatan. Ada yang sudah tahu apa yang semestinya dilakukan. Ada yang punya kedudukan, ada yang belum punya kedudukan. Ada yang punya kewenangan, ada yang belum punya kewenangan. <em>Betapa relatifnya sebuah kekuasaan…</em></p>
<p><strong>Ribuan Tawa  dan Harapan Menyertai 9 Tahun Usiamu.</strong></p>
<p>Dalam rangkaian perjalananmu, masih banyak ribuan tawa dan harapan menyertai langkahmu.</p>
<p>Teruskan langkahmu. Kau pasti bisa, kalau kau katakan bisa. Hellen Keller, sekalipun buta, tuli dan bisu, tidak pernah kehilangan semangat untuk menjalani hidupnya dan bercita-cita jadi pendidik. Ia percaya bahwa apabila seorang berani menghadapi cahaya matahari, maka bayang-bayang akan tertinggal di belakangnya. Akhirnya, impiannya menjadi kenyataan. Masa sulit tidak pernah berakhir, namun orang-orang tegar selalu dapat mengatasinya.</p>
<p>9 tahun usiamu. Usiamu tidak lagi bayi. Namun tetaplah seperti bayi, menarik untuk didekati dan dicintai. Kelak jika usiamu sudah ABG, berperilakulah tidak seperti ABG, yang kadang galau, labil, mengeluh, gusar, meratapi kehidupan, tanpa mau mengubah keadaan.</p>
<p>Besi&#8230; kemauanmu keras, ketekunanmu tidak pernah surut, pandanganmu selalu optimis melewati masalah yang dihadapi dan semangatmu yang pantang menyerah untuk mewujudkan pencapaianmu. Handep Hapakat Sewut Batarung, menjadi pondasimu.</p>
<p>Jangan menjadi  letih dan lemah.  Hadapilah segala tantangan dengan berani. Tidak memalingkan wajah saat menghadapi kesulitan. Biarkan anggota tetap seperti magnet yang menempel pada besi, karena namamu memang CU Besi.</p>
<p>Besi&#8230; Sukses tidak tuli, dia bisa mendengar harapanmu. Sukses tidak buta, karena dia harus mengamati kerja kerasmu. Sukses sudah kaya, yang kekayaannya terbentang mulai dari kesehatan sampai semua kenikmatan hidup. Sukses telah sangat berpengalaman, mendengar janji kesungguhan yang tidak cepat layu, dan menyaksikan pekerjaan kecil meledak menjadi kekayaan besar yang dibangun dengan kejujuran dan kerja keras.</p>
<p>Maka di usiamu yang ke 9 tahun ini&#8230; Bentuklah dirimu untuk tidak menyukai kemalasan, tidak memanjakan penundaan, tidak membiarkan mulutmu mengeluarkan kata-kata yang tidak berkelas, dan tidak memasukkan hal-hal yang beracun ke dalam nafas dan darahmu. Jadikanlah dirimu pribadi yang bersih, yang jujur, yang rajin, dan sabar, agar Handep Hapakat Sewut Batarung menjadi Nafasmu.</p>
<p><em>Sumber:  Sepmiwawalma</em></p>
<p><em>Sumber gambar: http://rlv.zcache.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cubetangasi.com/2012/03/27/9-tahun-cu-besi-dua-tangis-2-rasa-ribuan-tawa-dan-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulang Tahun CU Betang Asi ke-9</title>
		<link>http://cubetangasi.com/2012/03/27/ulang-tahun-cu-betang-asi-ke-9/</link>
		<comments>http://cubetangasi.com/2012/03/27/ulang-tahun-cu-betang-asi-ke-9/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 13:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rokhmondonasis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Credit Union]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cubetangasi.com/?p=2289</guid>
		<description><![CDATA[26 Maret 2012 CU Betang Asi telah genap berusia 9 tahun.  Pencapaian asset di angka 380,9 milyar dan anggota berjumlah 25.931 orang per 29 Februari 2012, selain itu pelayanan kepada anggota juga terus ditingkatkan. Ruang tunggu dihiasi dengan balon-balon dan pita berwarna-warni disertai tulisan “Selamat Ulang Tahun ke-9 CU Betang Asi”.  Anggota CU Betang Asi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/03/IMG_0320-1a.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2301" title="IMG_0320-1a" src="http://cubetangasi.com/wp-content/uploads/2012/03/IMG_0320-1a-300x115.jpg" alt="" width="354" height="136" /></a>26 Maret 2012 CU Betang Asi telah genap berusia 9 tahun.  Pencapaian asset di angka 380,9 milyar dan anggota berjumlah 25.931 orang per 29 Februari 2012, selain itu pelayanan kepada anggota juga terus ditingkatkan.</p>
<p>Ruang tunggu dihiasi dengan balon-balon dan pita berwarna-warni disertai tulisan “Selamat Ulang Tahun ke-9 CU Betang Asi”.  Anggota CU Betang Asi yang berkunjung ke kantor akan disuguhi kue-kue dan mendapat kenang-kenangan berupa buku kecil edisi khusus ulang tahun CU Betang Asi ke-9.</p>
<p>Terkait acara dimaksud, kunjungan dilakukan di dua tempat yaitu panti Asuhan Anak Pandohop dan Joint Adulam Ministry. Kunjungan yang diikuti oleh pengurus, pengawas dan manajemen ini sekaligus menyampaikan bantuan. Dari pengamatan penulis tampak hadir Gregorius Doni Senun, S.Pd (Sekretaris Dewan Pengurus), Rita Sarlawa, SE, M.Si (Sekretaris Badan Pengawas), Ethos H.L., SE (General Manager), Leani, ST (Deputy General Manager), Sri Wulan, A.Md (Manager Diklat dan Litbang), Ensy Veronika, SP (Manager Keuangan dan Akuntansi), dan Estie Vetra Kasih, SE (Manager HRM dan Perlindungan).</p>
<p>Ketika menjelang makan siang, rombongan menuju ke Panti Asuhan Pandohop yang terletak di Jl. Tjilik Riwut Km. 31.  Di panti yang sudah berdiri sejak tahun 1982 ini sudah menunggu anak-anak yang jumlahnya 18 orang, terdiri dari 12 orang perempuan dan 6 orang laki-laki.</p>
<p>Dalam sambutannya Gregorius Doni Senun, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu wujud kepedulian CU Betang Asi terhadap sesama.  Selesai memberikan sambutan, Goris menyerahkan bantuan kepada pihak pengelola.  Sebagai ungkapan syukur, anak-anak dari panti mempersembahkan sebuah puji-pujian lengkap dengan iringan band yang berjudul “Dialah Segalanya”. Pujian ini disambut  dengan tepuk tangan dari yang hadir, terlihat senyum-senyum riang khas anak-anak.</p>
<p>Selain menyampaikan bantuan, juga diadakan makan siang bersama dan manager Diklat dan Litbang, Sri Wulan, A.Md didaulat untuk berdoa.  Usai makan siang rombongan CU Betang Asi beserta anak-anak dan pengelola berfoto bersama di depan panti asuhan.  Pukul 13.30 WIB rombongan mohon diri dan dilepas dengan lambaian tangan anak-anak panti asuhan Pandohop.</p>
<p>Tepat pukul 13.45 WIB rombongan CU Betang Asi tiba Joint Adulam Ministry (JAM) yang terletak di Jl. Tjilik Riwut Km.18.  Menurut keterangan dari Charles Hamun selaku pengasuh dan pengelola, JAM ini berdiri sejak 27 Juni 2004.  Dengan dibantu oleh Ibu Martha, istri  Bapak Charles, saat ini JAM menampung 48 orang yang sakit jiwa dan tidak kurang dari 250 orang yang telah sembuh yang dapat berkumpul kembali dengan keluarganya.</p>
<p>Awalnya lokasi JAM di Jl. RTA Milono, kemudian Desember 2006 pindah ke Jl. Tjilik Riwut Km.18 ini.  Di tanah seluas 12.500 m<sup>2</sup> ini didirikan bangunan dengan tembok berlapis dua.  Metode penyembuhan melalui ibadah dan mengajak para pasien ini untuk bekerja seperti bercocok tanam di lahan seluas 2 ha dan juga ada beberapa kolam ikan.</p>
<p>Pada saat kunjungan, para pasien menerima rombongan CU dengan duduk rapi. Bantuan dari CU Betang Asi diserahkan dan dilanjutkan dengan  doa bersama yang dipimpin oleh Goris.  Usai doa bersama, para pasien mempersembahkan sebuah lagu yang diiringi petikan gitar berjudul “JanjiMu Seperti Fajar”.</p>
<p>Setelah kurang lebih 1 jam berada di JAM, rombongan mohon diri.  Penulis menilai sesungguhnya ini adalah bentuk pelayanan yang sebenar-benarnya, orang-orang yang setia dan melayani dengan sepenuh hati, jiwa dan raga yang patut dijadikan teladan.</p>
<p>Demikian catatan ulang tahun CU Betang Asi ke-9 di Kantor Pusat Palangka Raya. Maju terus menjadi Credit Union berbasis masyarakat Dayak yang terpercaya, abadi dan terbesar di Kalimantan Tengah.</p>
<p>Keterangan Foto: Goris saat menyerahkan bantuan di JAM</p>
<p>Sumber: Ensy Veronika, Kontributor TP KP</p>
<p>Sumber gambar: dokumentasi CU Betang Asi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cubetangasi.com/2012/03/27/ulang-tahun-cu-betang-asi-ke-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

